METRO KOLAKA

Rekam Biometrik CHJ Kolaka Dijadwalkan Mulai Hari Ini

Calon Jemaah Haji (CHJ) Kolaka saat perekaman pembuatan Paspor beberapa bulan lalu. Hari ini (13/4), CHJ Kolaka dijadwalkan mulai melakukan rekam biometrik di Kota Kendari. FOTO: Dokumen Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka — Jika tak ada aral melintang, pelaksananaan rekam biometrik Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal dimulai hari ini, Jumat (13/4). Dijadwalkan, untuk pelaksanaan rekam biometrik ini, CHJ Kolaka diberikan waktu selama empat hari.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kolaka, H. Alimuddin mengatakan, jadwal tersebut berdasarkan informasi yang diberikan oleh bidang PHU Kantor Kemenag Sultra.
“Pelaksanaan rekam biometrik pertama pada 13 April 2019, akan diikuti sebanyak 63 calon jemaah haji. Kemudian, 120 calon jemaah haji akan melakukan rekam biometrik pada 15 April 2019. Selanjutnya, 120 calon jemaah haji merekam biometrik pada 16 April 2019. Dan sebanyak 65 calon jemaah haji akan melakukan rekam biometrik pada 18 April 2019,” ungkap H. Alimuddin, Kamis (11/4).
Ia menjelaskan, pelaksanaan rekam biometrik ini akan digelar di Kota Kendari. Sehingga perlu adanya mobilisasi CHJ ke lokasi pos dan biro perekaman biometrik.

Terkait perihal mobilisasi ini, kata dia, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan para CHJ, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), dan pembimbing haji pada Senin pada (8/4) lalu. Disepakati mobilisasi dikoordinir oleh kepala KUA masing-masing kecamatan di Kabupaten Kolaka.

“Mereka akan berkumpul di Kantor KUA di kecamatan masing-masing, dan berangkat ke Kendari bersama-sama,” jelasnya.

Rekam biometrik merupakan proses perekaman karakteristik fisiologis yang berhubungan dengan bentuk tubuh, meliputi pengambilan identifikasi sidik jari, pengenalan wajah, telapak tangan, dan juga pengenalan iris (retina mata).

Proses rekam biometrik dilakukan untuk keperluan memudahkan dan mempercepat proses imigrasi saat jemaah haji memasuki Arab Saudi melalui Jeddah atau Madinah.

“Calon jemaah haji yang akan melakukan perjalanan menuju Arab Saudi harus memiliki visa sehingga perekaman biometrik wajib dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan,” jelasnya.

Sebelumnya, proses rekam biometrik dilakukan di Jeddah, Arab Saudi. Pada musim haji 2018 lalu, rekam biometrik dilakukan di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Namun tahun ini dilakukan lebih awal di provinsi masing-masing. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top