BERITA UTAMA

Selama Masa Kampanye, Bawaslu Temukan Tujuh Pelanggaran

Ketua Bawaslu Kolaka, Juhardin

KOLAKAPOS, Kolaka — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kolaka, Sultra mengklaim selama dalam masa kampanye Pemilu 2019 ini, hanya menemukan tujuh pelanggaran Pemilu. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibanding pelanggaran saat Pilkada 2018 lalu yang mencapai angka ratusan pelanggaran.

Ketua Bawaslu Kolaka, Juhardin mengungkapkan tujuh pelanggaran tersebut terdiri dari pelanggaran unsur pidana, netralitas ASN, keterlibatan penyelenggara Pemilu, dan aparat desa dan oknum aparat PKH yang tidak netral. “Rata-rata pelanggaran dalam bentuk dukungan terhadap calon anggota legislatif,” ujar Juhardin, kemarin (12/4).

Juhardin menjelaskan, dari tujuh pelanggaran tersebut lima sudah dinyatakan putus dan dua pelanggaran lainnya masih dalam proses penyelesaian. “Yang unsur pidana sudah diproses di Gakumdu tapi tidak menenuhi unsur dan berhenti. Kemudian netralitas ASN sudah kita rekomendasikan ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) dan sudah ada balasannya, sanksinya hukuman ringan berupa teguran dan penundaan gaji berkala satu tahun. Kalau yang keterlibatan penyelenggara itu terbukti dan akhirnya mengundurkan diri,” terangnya.

Kemudian, dua pelanggaran yang saat ini masih berproses yaitu keterlibatan aparat PKH yang tidak netral di Kecamatan Tanggetada, dan aparat desa di Kecamatan Wolo yang mendukung Caleg tertentu. “Aparat PKH yang tidak netral, itu bisa dijerat dengan kode etik ada Undang-undang yang mengatur terkait hal itu, dan itu sudah kita rekomendasi ke kementerian terkait. Berdasarkan pengalaman itu bisa diberhentikan dari PKH. Kemudian yang kedua aparat desa di kecamatan wolo yang diduga tidak netral, ini masih proses pendalaman, informasinya dia melanggar dengan memberi dukungan kepada salah satu Caleg dengan foto bersama,” jelasnya.

Juhardin mengkalim, menurunnya pelanggaran Pemilu 2019 dibanding Pilkada Kolaka 2018 karena kesadaran masyarakat Kolaka akan aturan main Pemilu sudah mulai membaik. “Ya, menurut saya kesadaran masyarakat Kolaka sudah mulai bagus karena adanya penyuluhan-penyuluhan yang kita berikan. Kemudian ada efek jera juga khususnya ASN, karena Pilkada lalu kita kasih kaget kan (dengan temuan pelanggaran yang banyak). Selama ini tidak ada pelanggaran sebanyak itu, tiba-tiba bunyi banyak pelanggaran dari ASN. Dan Alhamdulillah di Pemilu ini hanya satu ASN yang melanggar,” beber Juhardin, yang diiyakan rekannya Iswanto, komisioner Bawaslu Kolaka. (kal/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top