BERITA UTAMA

Aniaya Santri, Oknum Pengajar di Ponpes Dipolisikan

ilustrasi/net

KOLAKAPOS, Kolaka — Salah seorang oknum pengajar di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kolaka, harus berurusan dengan polisi. MN, dilaporkan oleh orang tua AS (12), santri di Ponpes tersebut, dengan dugaan melakukan kekerasan.

Ibu AS, Kasmawati Daeng Kebe saat ditemui mengatakan, melaporkan MN ke polisi, Jumat (12/4) karena memukul AS hingga menyebabkan lebam di bagian betis dan trauma psikis. “Kami sudah melaporkan oknum yang telah memukuli anak kami. Hal ini kami lakukan agar oknum tersebut tidak lagi melakukan pemukulan kepada santri. Apalagi pengakuan para santri oknum tersebut kerap melakukan pemukulan terhadap santrinya jika melakukan pelanggaran,” ungkapnya akhir pekan lalu.

Seharunya kata Kasmawati, oknum tersebut dalam melakukan pembinaan kepada santrinya tidak dengan kekerasan. Ia khawatir jika hal itu terus dilakukan, akan berdampak pada pembentukan karakter anak tersebut. Apalagi pelanggaran yang dilakukan oleh santri tidak fatal. “Hanya gara-gara anak saya keluar mencuci dan tidak melapor langsung dipukul, itu bukan pembinaan namanya. Apalagi kondisi anak saya pasca pemukulan betisnya menjadi memar dan terkelupas, anak saya juga merasa trauma,” kesalnya.

Ditempat terpisah, MN mengakui telah melakukan pemukulan terhadap santrinya. Hal itu dilakukan karena santri tersebut telah melakukan pelanggaran dengan keluar dari pondok pesantren tanpa melapor. “Saya pukul karena santri tersebut telah melakukan pelanggaran disiplin, namun atas perbuatan saya itu, saya sudah minta maaf kepada orang tua korban,” singkatnya.

Sementara itu, Kanit I Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kolaka IPDA Rachman Syarif, SH membenarkan pelaporan tersebut. “Laporannya telah kami terima dan sementara diproses oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kolaka,” akunya. (k9/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top