BERITA UTAMA

6 TPS di Kolaka Direkomendasikan KPU Kolaka PSU

Dokumentasi saat perhitungan suara di Kelurahan Puundoho

KOLAKAPOS, Kolaka —Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kolaka memutuskan melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 6 TPS dari 5 Kecamatan di Kabupaten Kolaka. Hal itu dikatakan oleh Ketua KPU Kabupaten Kolaka, Kamal Baddu kepada Kolaka Pos (21/4).

“Jadi ada 6 TPS yang kita tetapkan untuk dilaksanakan pemungutan suara ulang di 5 kecamatan di Kolaka ,” papar Kamal.

Adapun penyebab dilakukan pemungutan suara ulang, kata Kamal selain rekomendasi Bawaslu, juga memang setelah ditelusuri memenuhi unsur untuk dilakukan PSU. “Jadi memang memenuhi unsur untuk PSU,” terangnya.

Adapun ke 6 TPS tersebut antara lain TPS 1 Kelurahan Watuliandu Kecamatan Kolaka , TPS 14 Kelurahan Laloeha Kecamatan Kolaka ,  TPS 5 Kelurahan Sakuli Kecamatan Latambaga, TPS 4 desa Sabiano Kecamatan Wundulako,  TPS 6 desa Pesouha Kecamatan Pomalaa, TPS 1 desa Ranomentaa Kecamatan Toari.

Unsur yang dimaksud kata Kamal diantaranya yaitu di TPS  1 di Kelurahan Watuliandu Kecamatan Kolaka KPPS memasukan pemilih dari luar Kolaka yang menggunakan KTP luar Kolaka tanpa memiliki form A5 atau pindah memilih dan melakukan pencoblosan. Sementara di TPS 14 Kelurahan Laloeha ada pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT melakukan pencoblosan.

Selain itu di TPS 5 Kelurahan Sakuli Kecamatan Latambaga juga terjadi kesalahan  yang sama yaitu memasukan pemilih kita kabupaten Kolaka tanpa Form A5 sehingga harus dilakukan PSU. Lalu  di TPS 4 Desa Sabiano Kecamatan Wundulako ada kesalahan pemberian surat suara oleh KPPS yaitu ada pemilih dari DPTB Kabupaten lain diberikan 5 jenis surat suara yang seharusnya hanya 3 jenis, sehingga direkomendasikan dilakukan PSU. Sementara di TPS 6 Desa Pesouha Kecamatan Pomalaa dan TPS 1 desa Ranomentaa Kecamatan Toari juga direkomendasikan dilakukan pemungutan suara ulang karena kesalahan yang sama yaitu memasukan pemilih dari luar Kolaka tanpa memiliki form A5.

Terkait rekomendasi 9 TPS yang diajukan Bawaslu Kabupaten Kolaka, kata Kamal, dari hasil penelusuran hanya 6 TPS yang memenuhi unsur untuk di lakukan PSU. “Jadi yang 6 saja tadi yang memenuhi unsur,” terangnya.

Untuk Pelaksanaan PSU sendiri kata Kamal akan dilakukan 10 hari setelah pencoblosan atau dijadwalkan 27 April mendatang.

Namun Kamal menegaskan dari 6 TPS itu tidak semua merata dilakukan 5 jenis PSU. “Di TPS 1 Watuliandu PSU hanya Pilpres, di TPS 14 Laloeha PSU semua mulai dari Pilpres, DPR-RI, DPD, DPRD Propinsi, dan DPRD Kabupaten, sementara di TPS 5 Sakuli hanya Pilpres, DPR-RI, dan DPD, untuk TPS 4 desa Sabiano hanya DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, sementara di TPS 6 Desa Pesouha semua PSU mulai dari Pilpres, DPR-RI, DPD, DPRD Propinsi, dan DPRD Kabupaten sedangkan di TPS 1 desa Ranomentaa hanya Pilpres yang PSU,” tutupnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kolaka, Juhardin yang di konfirmasi terkait hanya 6 TPS yang di putuskan KPU Kabupaten Kolaka untuk PSU dari 9 TPS rekomendasi Bawaslu, kata Juhardin kewenangan memang ada di KPU. ” Ruang kewenangan penentuan PSU ada di KPU,  Bawaslu melalui panwascam hanya merekomendasikan PSU bila ada kondisi di TPS. (Mir/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top