MUNA

Jagung, Jambu Mete dan Kacang Tanah Jadi Komoditi Unggulan Muna

ilustrasi/net

KOLAKAPOS, Raha —Pemerintah kabupaten Muna melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan terus mengembangkan tiga komoditi, sebagai program unggulan daerah kabupaten Muna pada bidang pertanian dan perkebunan. Komoditi tersebut yakni jagung, kacang tanah dan jambu mete. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Muna Laode Anwar Agigi pada awak media beberapa waktu lalu

Menurutnya, agenda pemerintah daerah yakni meningkatkan ekonomi masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD). Jadi, berhubungan dengan hal tersebut Anwar Agigi menilai, pada umumnya petani kabupaten Muna menghasilkan berbagai macam komoditi pada bidang pertanian dan perkebunan diantaranya adalah jagung, padi, kacang kedelai, ubi kayu, kacang tanah, cabe, tomat, bawang merah, sayur-sayuran, jambu mete, kopi, cokelat dan kelapa.

“Dari sekian komoditi strategis tersebut, yang kami nilai dapat memberikan dorongan yang kuat untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan PAD adalah jagung, kacang tanah, dan mete,” ujarnya.
Sejarah mencatat kata Anwar Agigi, jagung merupakan makanan pokok bagi masyarakat Muna. Makanya, pengembangan tanaman jagung di Muna sangat luas. Potensi pengembangannya mencapai 25ribu hektar. Saat ini lahan yang dimaksimalkan baru 25 persen dari potensi yang ada.

“Luas tanaman jagung untuk musim tanam Oktober 2018 hingga Maret 2019 itu baru mencapai 2.465 hektar. Memasuki musim tanam April dan September 2019 mendatang, pertumbuhannya sudah berada di angka 60 persen, atau sudah mendekati angka 4.000 hektar,” katanya.

Kemudian kata Anwar Agigi, pada bidang tanaman perkebunan jambu mete, lahan tanamnya mencapai 25 hektar. Tanaman jangka panjang ini usianya sudah tidak produktif lagi. Makanya Ia berkesimpulan, pohon jambu mete di Muna sudah saatnya untuk peremajaan.

“Peremajaan sudah dimulai 2018 lalu. Lokasi peremajaan jambu mete mencapai 1.400 hektar dan untuk tahun ini peremajaan pohon jambu mete kita bakal gunakan teknologi pemulihan tanaman,” katanya.

Lanjut Anwar Agigi memaparkan, tanaman kacang tanah merupakan tanaman pertanian yang dikembangkan oleh petani Muna secara turun temurun. Penanamannya menggunakan metode tanam tumpang sari bersama tanaman jagung.

“Kacang tanah tidak bisa dipisahkan dengan petani Muna. Tanaman kacang tanah ini juga terus berkembang. Makanya kami punya program pembenihan. Harapannya produktivitasnya makin berkembang. Olehnya itu, Pemda memberikan ruang yang sebesar-besarnya untuk ikut bersama melakukan investasi pada tiga komoditi unggulan ini,” tandasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top