METRO KOLAKA

Dinkes dan BPOM Intensifikasi Pengawasan Pangan

Kadis Kesehatan Kolaka Harun Masirri didampingi Pengawas Farmasi dan Makanan Muda Balai POM Kendari, Ahmad Lalo meninjau langsung pemeriksaan jajanan takjil, di Pasar Raya Mekongga Kolaka, Rabu (8/5).ist/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka — Guna memastikan setiap produk atau jajanan aman untuk dikonsumsi. Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kendari, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kolaka, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kolaka, serta Dinas Ketahanan Pangan Kolaka, membentuk tim gabungan menggelar Sidak dibeberapa tempat distributor pangan dan pemeriksaan jajanan takjil, yang ada di wilayah Kolaka, Rabu (8/5).

Pengawas Farmasi dan Makanan Muda Balai POM Kendari, Ahmad Lalo mengatakan, Sidak ini merupakan kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan oleh Balai POM, untuk memastikan tidak adanya lagi jenis pangan yang tidak layak konsumsi atau sudah kedaluwarsa.

“Jadi untuk saat ini adalah kegiatan identifikasi pengawasan pangan dalam rangka bulan ramadhan 1440 Hijriah tahun 2019. Untuk kegiatan ini kita melakukan pengawasan selain pada distributor sampai ke swalayan-swalayan, supermarket dan tempat jajanan buka puasa. Jadi kita melakukan pengawasan terkait dengan produk pangan yang akan didistribusikan, kita melihat kondisinya, termasuk legalitas produksinya, dan tanggal kedaluwarsa,” ungkapnya saat ditemui media ini.

Terkait masih ditemukannya produk kedaluwarsa yang diperjual belikan, pihaknya akan melakukan tindakan dengan memberikan sanksi yang telah ditentukan. Sehingga untuk memastikan tidak adanya olahan pangan yang kedaluwarsa, pihaknya turun langsung ke lapangan bersama dengan pihak terkait dan tim yang telah dibentuk untuk melakukan pengecekan langsung.

“Selama ini kalau di gudang-gudang distributor mereka sudah melakukan pemisahan terkait produk yang telah kedaluwarsa, karena pihak distributor juga melakukan pengecekan rutin, meski ada beberapa yang ditemukan tercampur dengan produk yang masih bagus. Kalau di toko-toko atau outlet-outlet memang sering ada beberapa produk kedaluwarsa yang terpajang, tapi dalam jumlah yang tidak banyak. Ketika kami menemukan kita akan langsung melakukan pemusnahan atau langsung mengembalikan ke distributornya,” jelasnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kolaka Harun Masirri menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap produk pangan, khususnya dalam bulan ramadhan ini.

Ada beberapa titik yang dilakukan Sidak baik di disitributor pangan maupun di tempat jajanan berbuka puasa, dengan melakukan pemeriksaan laboratorium di tempat penjualan menggunakan mobil laboratorium keliling. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kandungan bahan-bahan berbahaya berdasarkan pewarna yang dilarang, termasuk pengawet yang dilarang.

“Dari hasil pemeriksaan jajanan takjil saat ini, syukur semuanya negatif atau tidak ada ditemukan penggunaan zat berbahaya. Kita juga mengimbau kepada para pedagang untuk tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang bisa merugikan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat lebih selektif dalam membeli pangan. “Kalau secara visual terutama yang biasa digunakan tambahan bahan pewarna dan pengawet. Kalau menggunakan pewarna yang berbahaya itu biasanya pewarna untuk tekstil digunakan di pangan, yang tujuannya untuk membuat pangan cerah sehingga menarik konsumen untuk membeli. Kalau bahan berbahaya yang biasa digunakan seperti boraks atau formalin, secara tekstur itu lebih kenyal kemudian lebih tahan lama,” imbuhnya.

Untuk diketahui, saat Sidak kemarin (8/5) masih ditemukan adanya barang kedaluwarsa yang ditampung di gudang distributor pangan maupun pusat perbelanjaan. (k9/b)

Bagikan
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top