METRO KOLAKA

Kasus Pemecatan Mantan Direksi PT Multi Daya Wonua Siap Disidangkan

Mantan Direksi PT Multi Daya Wonua Sadikin

KOLAKAPOS, Kolaka — Kasus pemecatan sepihak yang dilakukan oleh PT Multi Daya Wonua (MDW) terhadap direksinya pada awal Januari lalu, terus bergulir dan kini tengah ditangani oleh Pengadilan Negeri Kolaka.

Mantan Direksi PT MDW Sadikin mengaku, jika proses hukum terkait pemecatan yang dilakukan oleh PT MDW terhadap dirinya telah memasuki masa sidang. Dimana pada sidang pertama pada hari Rabu (8/5) Hakim melakukan mediasi untuk mencari solusi agar kasus ini tidak dilanjutkan. Namun pada saat tahap mediasi tidak disepakati solusi antar kedua belah pihak, sehingga proses hukum terus dilanjutkan.

” Kemarin (Rabu, 8/5) Hakim sudah melakukan mediasi antara saya dan pimpinan PT MDW, tapi tidak ada kesepakatan yang didapat sebab PT MDW hanya mampu memberikan saya dana Rp 10 juta sebagai dana pesangon saya, sementara saya menuntut hak saya sebesar Rp 200 juta, karena PT MDW telah memberhentikan saya secara sepihak, tanpa ada alasan yang jelas tiba-tiba saya diberhentikan. Apalagi saya diangkat menjadi Direksi melalui akta notaris, jadi saya berhak untuk menuntut hak saya, ” ungkap Sadikin melalui telpon selulernya, Kamis (9/5).

Akibat tidak adanya solusi yang dihasilkan kata Sadikin, hakim memutuskan untuk dilakukan sidang lanjutan yang akan digelar pekan depan. Alasan perusahaan tidak mau memberikan sesuai apa yang saya inginkan, karena PT MDW menganggap kasus pemecatan saya tidak diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan sehingga perusahaan tidak mau memenuhi tuntutan saya.

” Karena tidak tercapai mediasi yang dilakukan oleh hakim, maka hakim langsung putuskan untuk dilanjutkan ketahap selanjutnya, ” jelasnya.

Saat ini, lanjut Sadikin pihaknya telah menyiapkan pengacara agar kasusnya dapat segera diselesaikan. Sehingga nantinya tidak ada lagi perusahaan yang sewenang-wenang melakukan pemecatan terhadap karyawannya.

” Saya sudah siapkan empat pengacara saya yang tergabung dalam LBH Pormat Adil. Semoga kasus ini bisa segera diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku. Dan ada sanksi yang diberikan kepada PT MDW karena telah memecat saya tanpa ada alasan yang jelas, ” harapnya.

Untuk diketahui, PT MDW merupakan salah satu mitra PT Antam Tbk UBPN Sultra dibidang outsourcing (K9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top