METRO KOLAKA

Diminati Calon Santri Baru, Pondok Pesantren Ihya’ Assunnah Batasi Pendaftar

Pimpinan pondok Ihya' Assunnah Ustad Muhammad Sutan

KOLAKAPOS, Kolaka — Pondok pesantren Ihya’ Assunnah yang terletak di jalan poros Kolaka-Pomalaa kelurahan 19 November, kecamatan Wundulako telah membuka pendaftaran penerimaan santri baru untuk tahun ini. Namun sejak beberapa hari dibuka animo masyarakat khususnya orang tua santri yang ingin menyekolahkan anaknya dipesantren tersebut terus bertambah setiap hari untuk mengambil formulir pendaftaran.

Pimpinan pondok Ihya’ Assunnah Ustad Muhammad Sutan mengatakan, antusias orang tua untuk bisa menyekolahkan anaknya di pesantren asunnah terus bertambah. Sehingga pihaknya akan membatasi jumlah peserta didik baru. Hal ini dikarenakan kondisi sarana dan prasarana khususnya ruang kelas belajar (RKB) masih terbatas.

” Allhamdulilah orang tua siswa yang ingin menyekolahkan anaknya di pesantren kami terus bertambah, sehingga untuk tahun ajaran baru ini terpaksa kami akan batasi seperti tahun lalu, dan kita hanya targetkan seratus santri saja untuk tahun ini, ” ungkapnya saat ditemui media ini, Sabtu (11/5)

Saat ini kata Ustad Muhammad Sutan, total santrinya berjumlah ratusan santri dimana ada 132 santri yang dipondokan, yang berasal dari beberapa wilayah di Indonesia seperti Kalimantan, Sulsel, dan untuk tahun depan akan ada santri dari Ternate.

Sejak dibuka tahun 2013 lalu, pesantren Ihya’ Assunnah telah banyak menorehkan alumni-alumni yang berprestasi, bahkan ada yang lanjut sampai ke Timur Tengah.

” Kita ada kerjasama dengan pemerintah Arab Saudi sehingga santri kami yang berprestasi bisa melanjutkan sekokahnya disana, ” bebernya.

Terkiat izin operasional, pihaknya telah mendapatkan secara resmi dari Kementerian Agama (Kemenag), sehingga tidak ada lagi keraguan bagi santri terkait ijazah yang akan diperoleh setelah menempuh ilmu di pesantren ini.

” Allhamdulilah sudah ada izin operasional sehingga tidak ada lagi keraguan karena kita sudah legal baik dari status pesantren maupun ijazah karena kita telah resmi terdaftar dikementrian agama. Hanya saja yang menjadi kendala saat ini minimnya sarana asrama karena RKB yang kita gunakan sekarang merupakan asrama, namun kedepannya kita tetap upayakan dan melakukan pembenahan agar semua sarana dan prasarana dapat terpenuhi, ” lanjutnya.

Olehnya itu, dengan besarnya kepercayaan dan antusias masyarakat serta perhatian dari pemerintah daerah dalam melihat pondok pesantren ini, maka pihaknya akan terus berupaya untuk terus melakukan pembenahan agar pesantren Ihya’ Assunnah semakin maju dan berkembang.

” Saya juga heran kenapa begitu banyak masyarakat yang meminati pesantren ini, sehingga dengan kepercayaan itu kami berupaya untuk selalu menyajikan yang terbaik. Karena untuk mencapai suatu tujuan membutuhkan proses. Yang jelasnya bagi kami berusaha untuk menyajikan yang terbaik, baik dalam segi akhlak maupun dari segi materi seperti penanaman Akidah, Fiqihnya, Hadisnya, hafalannya atau Tafiz. Meski Tafiz untuk program khusus itu belum ada tapi untuk hafalan quran menjadi sesuatu yang kita wajibkan dan menjadi syarat untuk mengkuti ulangan semester kemudian begitupula hafalan hadis. Jadi kalau untuk Tsanawiah bisa mengikuti ujian pesemester itu wajib menghafalkan satu jus itu merupakan syaratnya untuk bisa ikut semester. Jadi jika siswa tidak menyelesaikan hafalan satu jus itu berarti dia tertunda semesternya. Sehingga ada motivasi siswa untuk bisa menghafalkan persatu jusnya begitupal hafalan hadisnya, ” tutupnya.

Until diketahui pondok pesantren Ihya’ Assunnah telah membuka lima program belajar yakni Rodatul Atfal (RA) yang setingkat Taman kanak-kanak (TK), Madrasah Ibtidaya (MI), Madrasah Tsanawiah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), serta program D II bahasa Arab. (K9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top