METRO KOLAKA

Mari Bersiap Pulang Kampung

Pesan Ramadhan Dr. Azhari, S.STP, M.Si, Rektor USN Kolaka

Saudara-saudaraku kaum muslimin yang telah sama menjadikan risalah yang dibawa oleh Muhammad SAW sebagai pedoman mencari ridho Sang Khaliq. Mari menjadikan puasa tahun ini untuk semakin mendekatkan kita pada kesadaran bahwa sesungguhnya dunia ini adalah kampung persinggahan sementara dan akherat itu adalah kampung halaman kita yang sesungguhnya.

Di dunia ini semua pendatang, karena sesungguhnya kita adalah penduduk akherat yang datang ke dunia untuk membawa suatu janji kehambaan dari negeri awal kita tercipta. Kualitas kehambaan kita kepada Sang Pemilik semua yang ada di langit dan di bumi beserta segala apa yang terkandung di antara keduanya. Itulah yang akan menjadi tolak ukur awal akan kembali pulang kampung halaman kita di akherat nanti dengan ber- Kartu Tanda Penduduk (KTP) syurga atau KTP neraka.

Saudaraku, marilah berbuat minimal berusaha mendekati apa yang diharuskan dalam agama. Dunia ini hanya baju yang sejatinya penuh dengan kepura-puraan akibat nafsu yang menjadi salah satu perangkat hidup dari makhluk yang berjenis manusia. Nafsu inilah yang selalu menjadi kendaraan musuh abadi sejak penciptaan awal kita yakni syaithan.

Maka dari itu agar nafsu jangan terlalu mendominasi, mari kita perbanyak menghitung-hitung masa tinggal kita di dunia ini. Dan seperti halnya kebiasaan perantau yang hendak pulang kampung halaman, pilah-pilahlah mana yang layak untuk kita perlihatkan kepada semua orang tua, kerabat tetangga di alam persinggahan kedua yaitu alam kubur. Karena sejatinya mereka akan menjemput dan melihat bawaan kita. Bila bawaan di dunia ini jelek mereka akan menangis dengan penuh sesal mengapa engkau tidak menjadikan kepergian kami dahulu menjadi pelajaran oleh-Mu wahai…(sebut nama masing-masing kita). Bukankah engkau dulu yang mengantarkan aku ke tempat ini (maksudnya kubur ini). Sekarang kamu datang dengan kondisi seperti ini, mereka menangis. Tapi bila bawaan kita bagus, mereka bangga dan senang baru kemudian kita akan melewati proses munkar nangkir. Setelah itu kita akan menikmati hasil apa yang kita selalu banggakan di dunia ini. KTP neraka maka susah dan derita  terus selamanya, dan KTP syurga maka bahagia selamanya.

Wahai saudaraku, semua tersenyumlah dan rindukanlah kampung akherat kita. Sebab kita tetap akan ke sana walaupun kita seolah-olah melupakannya. Semoga Ramadhan kali ini menjadikan kita hamba yang pandai mengukur diri dan tidak melampau batas syariat yang telah ditetapkan atas kita semua. Semoga kita dianugrahi KTP syurga dan bisa kembali bercerita di sana kelak bila waktu kembali itu telah sampai. Wassallam. (*/kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top