BERITA UTAMA

Bupati Konawe Diduga Terima Rp 2,8 Miliar

Massa Aksi Saat Berunjuk Rasa di KPK. Humas IMIK For Kolaka Pos

KPK Selidiki Korupsi Dikbud Konawe

KOLAKAPOS, Jakarta —Nama Bupati Konawe, Kery Saiful Kongguasa kini menjadi perbincangan masyarakat. Pasalnya Bupati dua periode tersebut diduga ikut menikmati uang korupsi sebesar Rp 2,8 miliar. Dimana uang tersebut berasal dari dugaan korupsi dana rutin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe tahun 2016 lalu dengan kerugian Negara Rp 4,2 miliar.

Atas dugaan korupsi tersebut Ikatan Mahasisea Indonesia Konawe (IMIK) Jakarta, melakukan demonstrasi di kantor KPK RI Senin 13 Mei 2019. Dimana para demonstran meminta lembaga anti rasuah itu mengambil alih kasus Dikbud Konawe yang kini sedang diproses oleh pihak Kepolisian. “KPK harus ambil alih kasus itu, dengan kerugian mencapai Rp 4,2 miliar sudah layak untuk kasus itu bisa diambil alih oleh KPK RI,” teriak koodinator IMIK Koordinator lapangan, Muhamad Ikram Pelesa.

Muhamad Ikram Pelesa dalam orasinya menyampaikan bahwa, sesuai pernyataan tertulis ketiga orang pejabat yang telah menjadi tersangka dalam kasus Dikbud Konawe yang telah bergulir yaitu Ridwan Lamaroa, Jumrin Pagala dan Gunawan. Kemudian ia menyebutkan bahwa dana korupsi juga dinikmati oleh para elit Pemerintah Kabupaten Konawe. “Bupati aktif Konawe, Kery Saiful Kongguasa, Mantan Wakil Bupati Konawe, Parinringi, dan mantan Ketua DPRD Konawe yang kini menjadi Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara. Tiga nama itu para elit yang diduga ikut menikmati uang haram hasil korupsi Dikbud Konawe tahun 2016. Hal itu sesuai bukti pernyataan tertulis para tersangka” katanya.

“Untuk Bupati Kery sesuai bukti itu diduga menerima Rp 2,8 miliar. Selebihnya dinikmati oleh Wabup dan Ketua DPRD beserta para pejabat dan pihak luar. Olehnya itu KPK harus segera ambil alih, karena sangat rawan diintervensi bahkan kasus itu dinilai lamban,” sambungnya.

Teriakan IMIK Jakarta tersebut, langsung diamini oleh KPK RI, dimana pihak KPK akan membentuk tim terpadu untuk menindak lanjuti permintaan massa. “Dalam waktu dekat kami akan bentuk tim terpadu untuk menindaklanjuti kasus dugaan korupsi dana rutin pemeliharaan sekolah lingkup Dinas Diknasbud Konawe yang diduga telah merugikan negara miliaran rupiah itu” kata Staf KPK RI bagian penelaah pengaduaan, Icha saat menemui massa aksi. (P2/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top