BERITA UTAMA

Masih Disegel, TK Negeri Pembina Wundulako

Kondisi TK Negeri Pembina Wundulako Yang Kondisinya Memprihatinkan Pasca Disegel Pemilik Lahan

Kondisinya Memprihatinkan

KOLAKAPOS, Kolaka — Belum adanya kejelasan solusi yang diberikan pemerintah daerah (Pemda) Kolaka terkait tuntutan warga pemilik lahan di atas bangunan TK Negeri Pembina Wundulako, berdampak pada kondisi sekolah yang memprihatinkan. Akibat tidak terurus sejak beberapa bulan terakhir pasca disegel pemilik lahan bulan Desember tahun lalu. Akibatnya sekolah yang dulunya indah, bersih, dan tertata rapi kini kondsinya berantakan tak terurus lagi.

Kepala TK Pembina Wundulako Rukaya mengaku, jika sampai saat ini pihaknya belum bisa menggunakan sekolah tersebut, sebab sekolahnya masih disegel pemilik lahan sehingga pihaknya belum bisa melakukan pembenahan. Bahkan diakuinya kondisi sekolahnya sekarang sangat memprihatinkan tidak hanya ditumbuhi rumput akan tetapi pasca digasak maling kondisi sekolah semakin berantakan.

” Kami sedih melihat sekolah kami yang sampai hari ini belum bisa kami benahi dan tempati, ” ungkapnya saat ditemui media ini, Selasa (14/5).

Rukaya mengaku, sejak tahun lalu aktivitas sekolahnya terpaksa dihentikan akibat adanya aksi penyegelan yang dilakukan oleh pemilik lahan, sehingga pihaknya terpaksa mencari tempat belajar ditempat agar aktivitas proses belajar mengajar (PBM) terus berjalan.

” Sebenarnya kami ingin sekali kembali kesekolah kami, akan tetapi belum ada kejelasan antara pihak pemerintah daerah dan juga pemilik lahan kapan sekolah kami bisa digunakan kembali, ” bebernya.

Akibat penyegelan tersebut, aktivitas proses belajar mengajar (PBM) tidak efektif sebab murid hanya diajarakan apa adanya, sebab alat peraga yang biasanya digunakan tidak ada dilokasi belajar. Dan sudah banyak yang hilang akibat digasak maling.

Olehnya itu, Rukaya berharap agar secepatnya ada perhatian dari pemerintah agar sekolah kami bisa kembali digunakan sehingga anak-anak bisa kembali belajar seperti semula. Apalagi akan ada penerimaan murid baru tentunya minat orang tua akan berkurang jika sekolah kami masih disegel.

” Kami berharap ada perhatian pemerintah agar sekolah bisa kembali difungsikan agar kami bisa melakukan PBM secara maksimal, ” harapnya.

Sementara itu, kepala bagian (Kabag) Pemerintahan Umum Pemda Kolaka Arifin Jamal, mengaku jika proses sengketa lahan yang dilakukan oleh warga telah selesai, sebab pemerintah telah melakukan mediasi dan memberikan solusi.

” Setau saya sudah tidak ada lagi masalah, karena pada saat itu kami sudah memanggil warga yang melakukan penyegelan dan kita sudah musyawarahkan serta memberikan solusi, tapi ternyata masih disegel. Makanya kami akan koordinasikan kembali ke Diknas Kolaka sebagai instansi yang menangani masalah ini, ” singkatnya. (K9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top