BERITA UTAMA

Kepala UPTD Metrologi Kolaka Harmin : SPBU Kolaka Aman dari Kecurangan

UPTD Metrologi Kolaka Saat Melakukan Pengecekan Di SPBU Sabilambo Guna Memastikan Tidak Ada Kecurangan Terkait Jumlah Takaran BBM

KOLAKAPOS, Kolaka — Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Metrologi Kolaka memastikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada diwilayah Kolaka aman dari kecurangan. Hal ini diungkapkan Kepala UPTD Metrologi Kolaka Harmin saat melakukan pengecekan di salah satu SPBU yang ada di kota Kolaka, Kamis (16/5).

” Semua SPBU di Kolaka khususnya yang ada dikota telah kami periksa takarannya semuanya aman dari kecurangan, sebab telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, ” ungkap Kepala UPTD Metrologi Kolaka Harmin saat ditemui media ini dilokasi pengecekan yang terletak di SPBU Sabilambo.

Harmin mengaku jika, kegiatan tera atau pengukuran di setiap SPBU wajib dilakukan setiap tahunnya guna menghindar kecurangan. Apalagi berhubung akan adanya kegiatan mudik, sehingga pihaknya turun langsung melakukan pengecekan disetiap SPBU sekaligus melakukan pengawasan.

” Intinya kami inginkan masyarakat merasa aman dari kecurangan. Jadi kami
hadir untuk melindungi konsumen dan juga produsen sehingga tidak ada yang dirugikan, ” akunya.

Guna memastikan tidak adanya kecurangan, pihaknya menggunakan alat takar atau tera berkapasitas 20 liter yang langsung dimasukkan kedalam wadah bejana yang telah disiapkan sehingga ketika bejana tersebut diisi maka akan langsung muncul hasil apakah takarannya sudah sesuai atau tidak.

” Alat ukur yang kami gunakan yaitu bejana ukur standar berkapasitas 20 liter, jadi ketika BBM dimasukan kedalam alat ukur ini maka akan langsung terlihat hasilnya apakah sesuai dengan takaran yang diberikan atau tidak. Dan sejauh ini dari beberapa SPBU yang telah kami cek sangat kecil akan adanya ketidak cocokan sehingga kami simpulkan sejauh ini SPBU yang ada diwilayah Kolaka khususnya dikota telah memenuhi standar konsumen, ” jelasnya.

Jika ada ditemukan SPBU nakal, maka akan ada sanksi yang diberikan berdaskan undang-undang nomor 2 tahun 1981, barang siapa yang memperjualbelikan yang telah sesuai dengan mekanisme ada sanksi pidana dan denda. Termaksud dalam undang-undang perlindungan konsumen.

Sehingga kami menghimbau kepada pemilik SPBU agar tidak melakukan kecurangan karena ada sanksi yang akan diberikan.

” Kolaka merupakan wilayah yang tertib ukur dan pada tahun 2017 ditetapkan sebagai daerah tertib ukur nasional ini merupakan suatu prestasi jadi kami menghimbau kepada pemilik SPBU untuk terus mempertahankan apa yang telah capai sehingga tidak ada kecurangan yang bisa merugikan konsumen, ” harapnya. (K9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top