BERITA UTAMA

 Hj Andi Wahida, Kabag Kesra Pemka Kolaka: Dukungan Keluarga Kunci Kesuksesan Dalam Menjalankan Tugas  

Kabag Kesra Kolaka Hj Andi Wahida, SPd, MM

KOLAKAPOS, Kolaka — Meski disibukkan dengan berbagai aktivitas yang membuatnya harus mengatur jadwal dengan sebaik-baiknya agar tak mengurangi tanggung jawabnya sebagai seorang ibu seklaigus pejabat publik. Kabag Kesra Pemda Kolaka Hj Andi Wahida terus memberikan yang terbaik bagi keluarga dan juga daerah tempat dirinya mengabaikan diri.

Saat ditemui media ini Hj Andi Wahida menceritakan pengalaman serta suka dukanya dalam mengatur semua aktivitas tugas dan tanggung jawabnya sehari-hari denagn sebaik-baiknya.

Hj Andi Wahida mengaku jika awalnya merasa berat dalam menghadapi tugas dan tanggung jawab sebagai seorang ibu sekaligus pejabat. Apalagi kondisi yang membuatnya sempat tertekan bahkan hampir putus asa, namun karena hati dan jiwa yang teguh ditamba suport sang suami semua beban bisa dilalui dengan sebaik-baiknya.

” Terlalu susah sebenarnya membagi waktu untuk pekerjaan dan rumah tangga. Sebab waktu pertama kali bekerja sungguh saya keteteran apalagi waktu itu anak-anak masih kecil-kecil.

Banyak terkorbankan, apalagi saya juga aktif di beberapa organisasi. Jadi waktu untuk bersama anak-anak dan suami sangat terbatas, ” ungkapnya saat ditemui media ini Sabtu (18/5).

Namun kata, Hj Andi Wahida dengan berjalannya waktu dan belajar dari pengalaman dari waktu ke waktu, saya mencoba utuk meramu semuanya. Apalagi dirinya sangat beruntung memilik adik-adik yang sangat membantu dirinya dalam mengerjakan pekerjaan rumah dan mengawasi anak anak.

Hanya sayang adik saya yang bernama  Hadeniati harus lebih dahulu pergi menghadap sang khalik. Padahal almarhumah  merupakan sosok yang sangat dibutuhkan dalam keluarga saya karena sudah banyak membantu. Akan

tetapi saya bersyukur bahwa kepergian almarhumah disaat anak-anak sudah besar dan sudah bisa memahami kesibukan orang tuanya.

Saat ini dengan semakin bertambahnya tanggung jawab di pekerjaan kantor dan organisasi, maka bertambah pula kesibukan saya. Akan tetapi semua saya jalani dengan rasa syukur dan tanpa beban walaupun kadang sebagai manusia biasa saya terkadang juga mengeluh karena lelah dan cape dengan kesibukan.

” Beruntung saat ini suami saya, bapak Andi Sastra sangat memahami kondisi ini, sangat mengerti dan mendukung dalam menyukseskan giat yang saya lakukan, utamanya jika menyangkut masalah umat, ” akuhnya.

Terkait tips yang dilakukan agar tetap bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa, Hj Andi Wahida mengaku jika kunci utamanya yakni melakukan semua kegiatan dengan hati dan keikhlasan serta selalu bersyukur. Selain itu banyak belajar dan senantiasa yakin atas apa yang di kerjakan.

” Memberdayakan orang-orang di sekeliling kita yang punya potensi juga sangat penting diperhatikan. Sebab tak ada pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri. Kita harus pandai dan mengerti tentang kebutuhan orang-orang yang membantu dalam keberhasilan dan kesuksesan dari pekerjaan dan giat kita, sehingga semuanya akan berjalan baik dan lancar, ” jelasnya.

Menurutnya momentum bulan suci ramadhan adalah 1 bulan dari 12 bulan yang sangat dirindukan umat islam.

Bulan dimana terbuka pintu pengampunan, bulan yang penuh dengan keberkahan dan maghfirah.

” Saya bukan utadzah yang memahami arti dan makna yang mendalam dari bulan suci ramadhan ini, akan tetapi saya sekali lagi meyakini bahwa Allah membuka seluas-luasnya pintu keberkahan untuk kita, tinggal kita mau atau tidak masuk di dalam pintu itu.

Jika ingin masuk maka berbuatlah sesuai yang di kehendaki olehnya. Dan

berbuat baik dengan cara kita sesuai kemampuan yang ada pada diri kita serta menghindari larangannya, ” terangnya. (K9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top