BERITA UTAMA

Kapolres Muna Perintahkan Selidiki Dugaan Suap Polisi

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga

KOLAKAPOS, Raha — Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga menegaskan akan menuntaskan dugaan perkara suap di tubuh institusinya yang diduga melibatkan Kanit dan Kasat Reskrim Polres Muna. Kedua pejabat itu, disebut menerima suap saat melakukan penyelidikan dugaan perkara korupsi di kantor kecamatan Duruka, April 2018. Hal tersebut diungkapkan perwira menengah Polri berpangkat dua bunga melati di pundak ini pada Kolaka Pos via WhatsApp, akhir pekan lalu.

Ramos menekankan, pihaknya tidak hanya menangani dugaan suap polisi, melainkan juga menangani dugaan kasus korupsi pada laporan pertanggung jawaban keuangan di kantor kecamatan Duruka tahun anggaran 2017. “Saya perintahkan untuk digelarkan, ditindak lanjuti proses tuntas. Untuk dugaan suap belum ada. Nanti kita dalami, karena kasus di tindak lanjuti dan proses lanjut,” tegasnya.

Untuk diketahui, terungkapnya dugaan suap ditubuh penyidik Reskrim Polres Muna pasca beredarnya isi surat pemberitahuan aksi demonstrasi yang ditandatangani dan di beri cap stempel basah mengatasnamakan Ketua Umum Gerak Sultra, Nursan. Diterbitkan di Kendari pada 9 Juli 2019 dan beredar secara berantai di grub media sosial (Medsos) WhatsApp kemudian diterima Kolaka Pos pada Jumat malam 12 Juli 2019.

Terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Muna Muh Ogen Sairi saat dikonfirmasi via WhatsApp mengaku kaget. Ia berkilah tidak mengetahui kasus dugaan suap tersebut. Namun Ia membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait dugaan perkara korupsi pada laporan pertanggung jawaban keuangan di kantor kecamatan Duruka tahun anggaran 2017. Pasalnya, pemeriksaan terhadap pejabat kantor kecamatan Duruka dilakukan pada 2018 silam.”Interogasinya untuk pulbaket ini. Masih dalam penyelidikan dan dilakukan pendalaman,” pungkasnya. (m1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top