BERITA UTAMA

Tahun Ini, 286 Pasutri di Kolaka Bercerai

Abd Rahman

KOLAKAPOS, Kolaka — Hingga Juni tahun ini, tercatat 286 Pasangan suami istri (pasutri) di Kolaka mengajukan gugatan cerai. 234 diantaranya, telah diputus oleh Pengadilan Agama Kolaka.

Panitera Muda Hukum PA Kolaka, Abd Rahman mengatakan, penyebab perceraian tersebut didominasi karena faktor ekonomi. Kemudian, faktor terjadinya perselisihan dan pertengkaran terus menerus dalam kehidupan rumah tangga, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), meninggalkan salah satu pihak, mabuk, judi, dan poligami.

Perkara perceraian yang terjadi di wilayah kerja Pengadilan Agama Kolaka lebih didominasi cerai gugat yang diajukan oleh pihak perempuan (istri) sebanyak 221 perkara. Di mana sebanyak 177 perkara sudah melalui putusan, sedangkan 44 perkara sedang dalam proses. “Kalau dilihat dari presentasinya, lebih banyak perempuan yang buka meja lebih dulu,” ujar Rahman ditemui di ruangan kerjanya, Senin (15/7).

Sementara itu, jumlah cerai talak yang diajukan oleh pihak laki-laki (suami) sebanyak 68 perkara. Di mana 11 perkara masih dalam tahap proses persidangan, sedangkan 57 perkara sudah selesai putusan.

Rahman mengaku untuk menekan angka perceraian, pihaknya berupaya menasehati kedua belah pihak lewat tahap mediasi. Namun, upaya tersebut kebanyakan gagal. Menurutnya, kegagalan itu lebih disebabkan oleh rendahnya kesadaran serta keegoisan ke dua pasangan.
“Mereka mengajukan gugatan ke pengadilan karena memang berniat untuk bercerai. Mereka juga sudah di mediasi oleh keluarga tapi gagal dan tetap ingin cerai,” tambahnya.
Kendati demikian, tak bisa dipungkiri selama proses mediasi yang dilakukan oleh pihak pengadilan kadangkala pasangan yang ingin bercerai berhasil damai dan rujuk kembali membangun bahtera rumah tangga. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top