BERITA UTAMA

Pernikahan Dini di Kolaka Meningkat

ilustrasi/net

KOLAKAPOS, Kolaka — Angka pernikahan dini atau nikah di bawah umur di Kolaka, mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari adanya warga yang mengajukan dispensasi menikah di Pengadilan Agama (PA) Kolaka dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kolaka, Abd Rahman, menyebutkan hingga Juni 2019, pihaknya menerima delapan permohonan dispensasi menikah. Jumlah itu mengalami peningkatan dari tahun 2018 pada periode yang sama. “Hingga Juni 2019 sudah delapan orang yang mengajukan dispensansi pernikahan. Dari jumlah itu, lima dikabulkan, tiga gugur dan satu dicabut,” ungkap Rahman saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/7).

Rahman mengaku sebenarnya cukup prihatin dengan adanya permintaan dispensasi menikah. Terlebih, mayoritas pemohon merupakan remaja di bawah umur yang dinyatakan belum layak menikah, sesuai UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. “Kalau sesuai Undang-Undang, perkawinan diizinkan kalau pria telah mencapai usia 19 tahun, sementara wanitanya minimal berusia 17 tahun,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Hal itu dikarenakan mayoritas pemohon yang mengajukan dispensasi sudah lama menjalin hubungan (pacaran), dan disetujui orang tua. Selain itu, ada juga karena disebabkan kehamilan di luar nikah. “Biasanya karena sudah lama bersama-sama, ada juga karena di luar nikah,” terangnya.

Rahman mengaku sebenarnya dispensasi menikah sangat tidak dianjurkan. Terlebih, pelaku pernikahan merupakan pasangan remaja di bawah umur yang mayoritas belum siap membina keluarga. Alhasil, banyak dari para pelaku pernikahan dini yang berujung pada perceraian. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top