BERITA UTAMA

Kolut Keciprat Bantuan Rp35 Miliar dari Kementerian ESDM

Bupati Kolaka Utara. Drs Nur Rahman Umar, Kapolres Kolaka Utara dan Kasi Pidsus Kejaksaan Kolaka Utara menyerahkan secara simbolis bantuan PLTSHE kepada camat. FOTO: Suleha/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Lasusua — Tahun ini Pemda Kolaka Utara keciprat bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebanyak Rp32.275.000 untuk bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Hemat Energi (PLTSHE) sebanyak 3.170 unit, untuk 38 desa dan 13 kecamatan, Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sejumlah 160 Unit dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kolaka Utara Firdaus mengatakan, untuk bantuan PLTSHE sebanyak 3.170 unit dengan harga Rp7.500.000 perunitnya.

“Kita juga mendapatkan bantuan dari Kementerian yang sama PJU sebanyak 160 unit yang sesuai speknya nilainya diperkirakan Rp15 juta perunitnya dan tahun yang sama juga kita mendapat BSPS sebanyak 380 unit dengan anggaran Rp17.500.000 perunitnya,” jelas Firdaus dalam acara penyerahan bantuan listrik perumahan PLTSHE di aula kantor Bupati Kolaka Utara, Jum’at (19/7).

Lebih lanjut dia menuturkan, bantuan BSPS untuk empat kecamatan dan sembilan desa, yakni kecamatan Pakue 4 Desa, Kodeoha 2 Desa dan Lambai 3 Desa. “Melalui Dinas Perumahan Kawasan pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Kolaka Utara kita memiliki target APBN, yang lansung disalurkan ke masyarakat sebesar Rp32.275.000.000 dan semua langsung turun ke masyarakat, dalam bentuk barang sesuai SOP masing-masing proyek,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Kolaka Utara Nur Rahman Umar saat membuka kegiatan bahwa mengenai perumahan dan pemukiman dan masalah lainnya, apa yang dilakukan pihaknya saat ini masih jauh dari kebutuhan masyarakat, pasalnya masih banyak masyarakat Kolaka Utara yang perlu untuk dibantu.

“Saya harapkan para camat dan kepala desa untuk bantuan-bantuan perumahan pemukiman kiranya benar-benar dilihat yang layaknya, hasil pemantauan kami masih ada yang lebih prioritas sesungguhnya, daripada yang sudah dibantu, jadi itu terpulang dari kepala desa yang memberikan data kepada kami, harus selektif jangan pilih kasih sehingga bantuan betul-betul tepat sasaran,” harapnya.

Lebih lanjut dia berharap, untuk bantuan kedepannya diprioritaskan pada daerah-daerah tertentu yang betul-betul membutuhkan bantuan, seperti yang berada di desa Lawaki Jaya dan Patikala, karena perumahan disana kurang layak dan sumber penghasilan di desa tersebut sangat kurang. “Kami harapkan tahun 2019 sampai tahun 2020 desa yang diusulkan bisa tercover semuanya,” tandasnya. (cr2/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top