BERITA UTAMA

PT. Merbau Diduga Serobot Lahan Warga

Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo saat memimpin RDP antara PT. Merbau dan masyarakat Kecamatan Laeya. FOTO: Sapruddin/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Andoolo — Polemik antara warga dan korporasi terus terjadi di beberapa daerah. Di Konawe Selatan, warga bersama Lembaga Swadaya Masyarakat, mengadukan penyerobotan lahan yang dilakukan PT.Merbau terhadap lahan warga seluas 1,6 hektar di desa Laeya dan Lerepako, kecamatan Laeya.

Laporan itu ditindaklanjuti dengan dilaksanakannya Rapat Dengar Pendpat, antara DPRD dengan warga yang mengadu. RDP dipimpin Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo. Emil Nuryadin selaku perwakilan masyarakat, menyampaikan bahwa masyarakat Kecamatan Laeya khususnya di Desa Laeya dan Lerepako mengeluhkan hak-hak mereka yang dirampas oleh perusahaan. “Ada sekitar 22 lahan masyarakat, yang sampai saat ini belum mendapatkan hak-haknya, namun pihak perusahaan sudah membangun diatas lahan masyarakat yang belum dibayar atau diganti rugi,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Jefri selaku Ketua Poros Muda Sultra menambahkan, bahwa masyarakat juga berharap agar Ketua DPRD beserta Anggota DPRD untuk segera turun lapangan, dikarenakan pihak perusahaan sudah beroperasi dilahan warga yang belum diganti rugi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo meminta agar perwakilan masyarakat, untuk terlebih dahulu melengkapi data-data terkait beberapa Desa yang lahannya diserobot atau digusur pihak perusahaan. “Kita akan mempertemukan antara pihak PT. Merbau dan masyarakat, agar masing-masing menunjukkan dokumen bukti pembelian lahannya,” ujarnya.

Irham juga berjanji, bahwa minggu depan akan dijadwalkan pertemuan tersebut, yang bertempat dibalai Desa Laeya. “Insyaallah pertemuan ini akan diadakan Minggu depan antara hari Selasa atau Rabu,” tegasnya. (k5)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top