MUNA

Warga Mabolu Nyaris Jadi Santapan Ular Piton

Korban Waode Ndoeno (62) (tengah) dirawat di UGD RSUD Muna karena nyaris dimangsa oleh ular piton. FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha — Teror ular piton kembali menghebohkan warga Muna. Kali ini salah seorang petani warga lorong Gea, desa Mabolu, kecamatan Lohia, kabupaten Muna, Waode Ndoeno (62), nyaris jadi sanpatan ular berukuran sekitar 7 meter pada Minggu (28/7) malam. Beruntung terkaman disertai lilitan predator melata itu dapat dilepas oleh suami korban, Laode Heto (62).

Korban Waode Ndoeno mengisahkan, peristiwa itu terjadi pada malam hari sekitar pukul 19:30 Wita. Saat itu, Ia bersama suaminya menuju ke kebun mereka. Jalan yang ditempuh merupakan jalan setapak, kiri dan kanan dipenuhi semak belukar dan tidak ada penerangan sepanjang jalan. Hanya bermodalkan senter handphone (HP) yang digunakan sebagai cahaya penerangan. Tiba-tiba dari arah bagian kanan, betis korban diterkam ular dan ular tersebut berupaya merontokkan tulang dan otot-otot korban dengan cara melilit, hingga lilitannya mengarah keleher korban. “Saya digigit dan badanku langsung dililit. Untung ada suamiku yang tolong,” ucap korban saat dijumpai Kolaka Pos di RSUD Muna, Senin (29/7).

Senada, saksi mata sekaligus suami korban, Laode Heto mengisahkan, dalam perjalanan menuju kebun, istrinya berjalan paling depan dengan memegang senter. Jaraknya kurang lebih dua meter. Namun tiba-tiba cahaya senter meredup, bayang istrinya tidak nampak. Beberapa detik kemudian cahaya senter kembali terlihat dengan bergoyang-goyang di dalam semak belukar. Laode Heto langsung mempercepat langkahnya dan ia terkejut setelah cahaya senter HP yang digenggamannya menyorot seekor ular hitam ber motif kembang tengah melilit istrinya.

“Saya punya parang, tapi saat itu saya juga panik. Jadi saya pukul kepalanya itu ular pake kayu pikulan. Lalu saya tarik ekornya supaya lilitannya bisa terlepas,” katanya.

Setelah lilitan ular terlepas dari tubuh istrinya, Laode Heto kian panik ketika melihat kaki istrinya berlumuran darah. Saat itu juga Ia menggendong istrinya dan melarikannya ke RSUD Muna untuk mendapatkan perawatan medis.

“Saya tidak sempatmi mau bunuh itu ular. Itu ular sudah lari,” paparnya.
Sementara itu, dokter piket di ruang UGD RSUD Muna, dr Laode Baynuddin, membenarkan jika pihaknya tengah merawat pasien yang telah digigit ular. “Ditemukan luka pada bagian kaki. Lukanya sudah dibersihkan dan dijahit. Kemudian diberikan obat-obatan,” ucapnya.

Pasien korban gigitan ular tersebut kata dokter RSUD Muna sudah membaik dan pasien itu sudah pulang pada Senin (29/7) siang. “Alhamdulilah pasien membaik. Hal itu ditandai dengan kesadaran baik dan mampu bercerita dengan baik. Saya periksa kakinya pembengkakan ada tapi minim sekali. Sampai saat ini tidak ada tanda-tanda pengaruh bisa ular,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada Juni 2018 silam, seorang petani di lorong yang sama yakni warga lorong Gea desa Mabolu kecamatan Lohia bernama Wa Tiba almarhum (54), tewas ditelan ular piton saat mengunjungi kebunya pada malam hari. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top