METRO KOLAKA

Cegah Kekeringan, Petani Diberikan Bantuan Pompa Air

ilustrasi/net

KOLAKAPOS, Kolaka — Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kolaka mendistribusikan bantuan mesin pompa air kepada sejumlah kelompok tani. Pompa air itu didistribusikan guna mengatasi ancaman kekeringan yang akan kerap melanda areal persawahan saat masim kemarau seperti saat ini.
“Langka-langkah antisipasi kekeringan sawah kita sudah lakukan dengan membagikan mesin pompa air kepada kelompok tani di setiap desa dan kelurahan yang indikasi rawan akan kekeringan air,” kata Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kolaka La Ramuli, Senin (9/9).

Dai menambahkan, dalam mendistribusikan bantuan pompa air itu, pihaknya terlebih dahulu melakukan peninjauan lapangan. Bantuan diprioritaskan kepada kelompok tani yang memiliki areal sawah rawan kekeringan.
“Kami juga selalu meminta laporan dari pihak Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL), wilayah mana yang terancam kekeringan sehingga begitu ada laporan kami langsung melakukan peninjauan. Hal ini dilakukan agar bencana kekeringan bisa segera diatasi,” ujarnya.

“Yang jelasnya kami akan terus melakukan langkah-langkah antisipasi dalam mencegah terjadinya kekeringan sehingga gagal panen bisa terhindarkan. Dan begitu ada laporan kita akan cek dilapangan seberapa parahnya ancaman kekeringan” tambahnya.

Selain itu, kata dia, setiap turun melakukan peninjauan di lokasi persawahan, pihaknya juga selalu mengingatkan petani bahwa kalau sumber air tidak bisa melayani untuk tanaman padi sawah jangan dipaksakan. Akan tetapi lahan tersebut dimanfaatkan dengan menanam tanaman pertanian lainnya. “Misalnya tanam jagung, padi ladang dan tanaman palawija lainnya. Kita selalu himbau kepada para petani agar jangan ada lahan yang tidak dimanfaatkan karena faktor kemarau,” terangnya.

Dikatakannya, pada musim kemarau seperti saat ini, wilayah Kolaka bagian selatan merupakan yang paling rawan terjadi kekeringan. Hal ini dikarenakan proses pembangunan bendungan di wilayah itu masih dikerjakan, sehingga aliran irigasi belum normal. “Faktornya karena masih tahap perbaikan bendungan induk yang ada di wilayah Kecamatan Tanggetada sehingga ada beberapa kelompok tani yang tidak kebagian air. Makanya saya selalu
sarankan jika kondisi air tidak memungkinkan jangan dipaksakan untuk tanam padi sawah tapi tanam komoditi yang lain. Selain di Kecamatan Tanggetada ada juga di Kecamatan Polinggona yang rawan akan kekeringan namun kita akan terus pantau perkembangannya,” tandasnya. (k9/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top