BERITA UTAMA

2020 Dinkes Kolaka Programkan Eliminasi Kusta

Bupati Kolaka H Ahmad Safei saat menghadiri sosialisasi advokasi penyakit tropis yang terabaikan dalam mencapai eliminasi kusta tingkat kabupaten Kolaka.FOTO:Neno/Kolaka Pos 

KOLAKAPOS, Kolaka–Dinkes Kolaka menyatakan perang melawan kusta. Mulai tahun depan, eliminasi kusta akan dilaksanakan menyeluruh di wilayah Kolaka.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan sosialisasi advokasi penyakit tropis yang terabaikan dalam mencapai eliminasi kusta tingkat kabupaten Kolaka. Sosialisasi itu dihadiri para camat dan kepala puskesmas (Kapus) se Kolaka di aula Dinkes Kolaka, Kamis (12/9). KEgiatan itu dibuka bupati Kolaka, Ahmad Safei.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kolaka, Madu, mengatakan sepanjang tahun 2019 terdapat 14 kasus penyakit kusta di Kolaka. Dibandingkan tahun 2018, yang mencapai 25 kasus kusta, terjadi penurunan jumlah penderita kusta di Kolaka.

Namun hal itu belum membuat Dinkes puas. Tahun 2020, diproyeksikan kasus kusta terus berkurang hingga nol kasus. “Guna menekan penularan penyakit ini, Dinkes mengajak camat dan kepala puskesmas mengikuti sosialisasi dan advokasi eliminasi penyakit kusta di Aula Dinkes Kolaka. Agar kasus penyakit kusta tidak bertambah di daerah Kolaka,” ungkapnya.

Camat dan Kepala Puskesmas kata Madu, diajak berkomitmen terlibat dalam melakukan sosialisasi lanjutan di tingkat kecamatan dan kelurahan/desa guna pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut. Selain itu, Dinkes juga bakal melakukan screening (penyaringan) dan pelacakan terhadap penderita kusta di Kolaka. “Saat ini ada 14 kasus, ini bisa saja bertambah, setelah kita cari. Syukur-syukur kalau setelah kita cari tidak ada lagi, maka kita obati saja yang 14 kasus itu. Pengobatannya sementara berjalan saat ini,” akunya.

Pengobatan kusta belangsung dalam waktu enam bulan hingga satu tahun. Pengobatan secara rutin dapat menyembuhkan kusta secara total. “Cara mengetahui ciri-ciri penyakit ini dengan melihat bercak putih pada kulit dan mati rasa. Hanya saja, tidak semua bercak putih adalah penyakit kusta. Olehnya itu, masyarakat diminta untuk memeriksa kesehatan saat mendapati ciri-ciri tersebut ditubuhnya,” terangnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk peduli dan ikut berpartisipasi dalam menanggulangi penyebaran penyakit kusta. Caranya, dengan tidak menyembunyikan penderita dari pengobatan, agar penderita penyakit menular itu dapat ditangani dengan benar. (k9)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top