KONAWE SELATAN

DMI Konsel Cegah Stunting Berbasis Masjid

Bupati Konsel H. Surunuddin Dangga saat membuka kegiatan orientasi kader Masjid dalam upaya percepatan pencegaha stunting berbasis Masjid tahun 2019. FOTO: Saprudin/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Andoolo — Dewan Masjid Indonesia (DMI) cabang Konawe Selatan (Konsel) melaksanakan orientasi kader Masjid, dalam upaya percepatan pencegahan stunting berbasis Masjid tahun 2019, Rabu (18/9).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Konsel Surunuddin Dangga, didampingi Wasekjen DMI Pusat Jaorana Amiruddin, Wakil Ketua DMI Sultra Jumiati dan Ketua DMI Konsel La Ode Garumpi.

Bupati Konsel, Surunuddin dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada DMI yang turut memberikan perhatian kepada Konsel, khususnya pada bidang pencegahan stunting dan dalam upaya menyehatkan masyarakat.

“Kami sampaikan apresiasi terhadap DMI, karena memilih wilayah Konsel sebagai lokus kegiatan penanganan kesehatan melalui majelis Masjid, yang juga sejalan dengan program prioritas Pemda Konsel dibidang peningkatan kesehatan, salah satu diantaranya mengindentifikasi dan menangani masalah stunting,” ujar Surunuddin.
Ia berharap dengan kerjasama ini dapat bermanfaat, dan mampu menurunkan angka stunting secara signifikan dan permasalah kesehatan lainnya yang mendera ibu hamil dan balita, serta masyarakat umum lainnya.

“Untuk itu mari kita saling bersinergi dalam menuntaskan stunting, Pemda akan terus mendukung program kerja DMI dan melakukan kegiatan serupa di setiap titik kecamatan, didukung peningkatan pelayanan dan infrastruktur kesehatan yang memadai, diantaranya menaikkan kelas rumah sakit dan puskesmas serta mendatangkan tenaga ahli,” imbuhnya.

Sedangkan dalam penjelasannya, Wasekjen DMI Pusat Jaorana Amiruddin mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan hari ini dengan peserta 25 orang ditambah 15 kader DMI yang telah mengikuti lokakarya bulan lalu di Kota Kendari, merupakan bagian dari program kerjasama DMI Pusat bersama Kemenkes yang telah terbangun sejak 2013, dimana pada 2019 fokus pada penanganan stunting.

“Yang mana, Konsel merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sultra yang terpilih sebagai lokasi orientasi dari DMI Pusat dibawah Kepemimpinan Ketum H. Jusuf Kalla, selain Kabupaten Kolaka dan Buton Selatan. Dimana, se-Indonesia hanya 2 Provinsi yang dipilih yakni Jawa Timur dan Sultra, yang masing-masing Provinsi hanya 3 Kabupaten tujuan,” ungkapnya.

Adapun untuk kegiatan monitoring dan evaluasi, hanya akan dilaksanakan di Konsel saja sesuai perintah DMI Pusat, yang nantinya jajaran pusat akan berkunjung ke wilayah ini pada Oktober mendatang, dengan tujuan melihat langsung dampak dan manfaat dari kegiatan ini terhadap masyarakat. Dan kegiatan ini tidak hanya sampai disini saja, namun akan terus berlanjut pada program berikutnya.

“Mengapa penanganan stunting melalui tempat ibadah, karena Masjid memiliki 5 elemen yakni, adanya Imam Masjid yang juga seorang tokoh agama dan masyarakat, marboot, khatib/muadzin dan jamaah tidak tetap dan tetap, serta ada elemen fisik bangunannya untuk dijadikan tempat sosialisasi. Nah, dengan memanfaatkan elemen tersebut, melalui ceramah atau himbauan di Masjid, paling tidak masyarakat akan mudah menurut untuk mengikuti program kesehatan yang dicanangkan pemerintah,” paparnya.

Jadi tambah dia, para kader yang telah dilatih dandi siapkan disetiap Masjid, bisa menyampaikan pengetahuan terkait stunting, mulai advokasi, identifikasi hingga penanganannya dengan membawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

“Olehnya itu, kami berharap Pemda Konsel dapat mendukung kegiatan ini sepenuhnya, dan para kader bisa bekerja maksimal dan selalu berkomunikasi dengan pihak terkait lainnya,” tukasnya. (k5/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top