Uncategorized

Gubernur Sultra Ali Mazi : Keberadaan Bendungan Ladongi di Kolaka Timur Bentuk Perhatian Serius Presiden Joko Widodo

KOLAKAPOS, Kendari–Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi bersama Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hary Suprayogi, melakukan acara Pengalihan Air Sungai (River Diversion) Bendungan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur, Sultra. Menurut  Ali Mazi  di Kabupaten, Kolaka Timur, Jumat keberadaan bendungan Ladongi di Kolaka Timur merupakan bentuk perhatian serius Presiden Joko Widodo melalui kementerian PUPR terhadap masyarakat di Sultra. “Tentu kita berharap penyelesaian proyek yang ditargetkan paling lambat Oktober 2020 itu sudah selesai dan direncanakan akan diresmikan langsung Presiden Jokowi,” kata Ali Mazi. Sementara itu Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi mengatakan, pembangunan bendungan Ladongi merupakan proyek strategis nasional I dari 65 bandungan se Indonesia. Ia mengatakan, daya tampung (debet air) bendungan Ladongi sebesar 45 juta meter kubik, yang dapat melayani sawah seluas 2.200 hektare ditambah cadangan pengembangan sawah 1.400 hektare sehingga total 3.600 hektar sawah. “Ini artinya bila bendungan ini selai dibangun maka terwujud swasembada pangan khususnya di Kabupaten Kolaka Timur,” Balai wilayah Sungai Provinsi Sultra,Ir. Haeruddin C. Maddi MT melalui Kadis Kominfo Sultra Saefullah mengatakan, progres Pekerjaan Pembangunan Bendungan Ladongi sejak dimulainya tahun 2016 hingga saat telah mencapai 76 persen. “Progres pembangunannya Alhamdulillah sudah mencapai 76 persen. Adapun tinggi bendungan 66 meter, yang diperkirakan penggunaannya secara menyeluruh pada bulan oktober 2020 mendatang,” ujarnya. Bendungan yang daya tampung 45 juta meter kubik ini selain untuk persawahan juga berfungsi sebagai penanggulangan banjir, air baku untuk masyarakat 120.000 liter perdetik dan menjadi jugaakan menjadi kawasan pariwisata. Ia juga menambahkan, selain bendungan Ladongi pemerintah pusat tahun 2019 juga telah melelang pembangunan bendungan Ameroro dan bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, sehingga kesemua ini diharap kerjasama dan kekompakan dari semua pihak terutama masyarakat Koltim untuk mengawal hingga selesai. (p/hen)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top