BERITA UTAMA

Pelantikan Anggota DPRD Kolaka Diwarnai Aksi Demo

Aksi mahasiswa PMII cabang Kolaka mewarnai proses pelantikan anggota DPRD Kolaka.FOTO:Neno/Kolaka Pos 

KOLAKAPOS, Kolaka–Aksi unjuk rasa mewarnai proses pelantikan anggota DPRD kabupaten Kolaka, Senin (28/10). Puluhan mahasiswa USN Kolaka yang tergabung dalam  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Kolaka, menyuarakan aspirasinya didepan kantor DPRD Kolaka.

 

Dalam aksinya, mahasiswa berharap agar anggota DPRD yang baru dilantik betul-betul mengawal aspirasi masyarakat dan dapat bekerja dengan amanah demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kolaka.

 

Ketua PMII cabang Kolaka Sultan R dalam orasinya mendesak DPRD Kabupaten Kolaka untuk serius menyelesaikan persoalan tambang ilegal yang marak terjadi. Dan terkiat janji manis PT. Vale untuk membangun Smelter, olehnya itu sebagai wakil rakyat untuk mengusut tuntas tambang ilegal yang ada diwilayah kabupaten Kolaka.

 

”DPRD harus serius untuk menyelesaikan dan melalukan investigasi terkait Konspirasi Pertambangan yang terjadi di Pomalaa,” tegasnya.

 

Selain itu, kata Sultan, anggota DPRD yang terpilih harus fokus melaksanakan tugas tugasnya sebagai badan legislasi,badan anggaran, badan pengawasan, serta fokus berbicara terkait pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Kolaka

 

”Jangan melakukan aktivitas pragmatis yang merugikan masyarakat,” pintanya.

 

Sultan juga meminta kepada anggota DPRD yang dilantik hari ini agar mendesak aparat kepolisian dalam hal ini Kapolda Sultra untuk serius mengungkap kasus penembakan terhadap kedua Mahasiswa yang mana salah satunya merupakan kader PMII.

 

”Kami harap anggota DPRD yang di lantik hari ini mendasak kapolda sultra untuk serius mengungkap kasus penembakan terhadap dua mahasiswa UHO yang melakukan aksi unjuk rasa,” harapnya.

 

Hingga berita ini ditayangkan massa aksi masih melakukan aksi unjuk rasa. (K9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top