BERITA UTAMA

Fraksi- Fraksi di DPRD Kolaka Akhirnya Terbentuk

Salah satu anggota DPRD mealakukan Voting tertutup untuk pembentukan partai Gabungan.

KOLAKAPOS, Kolaka–Setelah sebelumnya sempat alot bahkan sempat ditunda selama satu hari, akhirnya fraksi-fraksi di DPRD Kolaka terbentuk pada rapat paripurna lanjutan  di Aula DPRD Kolaka 31/10. Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Sementara Sainal Amrin itu memutuskan untuk melakukan voting memilih dua dari tiga fraksi usulan Fraksi Gabungan yang akan dipilih menjadi fraksi Gabungan.

Keputusan voting itu diambil karena adanya aturan yang hanya membolehkan dua fraksi gabungan terbentuk di DPRD. Lalu usulan voting itu juga datang dari beberapa partai yang bertahan pada usulannya masing masing sebelumnya yang membentuk tiga fraksi gabungan.

“Rekomendasi dari partai kami memutuskan untuk dilakukan voting dan peserta voting berasal dari partai yang tidak utuh atau mandiri membentuk fraksi,” papar Ramadan Husain, legislator Demokrat yang membacakan rekomendasi parpolnya di Paripurna tersebut.

Hal yang sama juga diutarakan partai PPP, PKS dan Perindo serta PBB.

Karena kecenderungan itulah, pimpinn sidang akhirnya melakukan voting dalam pembentukan fraksi gabungan untuk memilih dua dari tiga usulan fraksi gabungan. “Jadi sistemnya yang memilih hanya anggota partai yang tidak utuh atau mandiri dengan memilih dua dari tiga pilihan usulan fraksi,” tegas Sainal Amrin dalam rapat itu.

Ketiga usulan fraksi gabungan yang dilakukan voting tersebut antara lain Fraksi Gabungan Demokrat Pembangunan, Fraksi Bintang Berkeadilan, dan Fraksi Perindo-Hanura.

Dan dari hasil voting yang dilakukan 10 anggota DPRD yang tidak memenuhi keanggotaan membentuk fraksi utuh itu akhirnya mendepak fraksi Perindo-Hanura.

“Jadi hasil voting kita yaitu Demokrat-Pembangunan 10 suara, Fraksi Bintang Berkeadilan 6 suara dan Fraksi Perindo-Hanura 4 suara, sehingga kita putuskan dua fraksi gabungan yaitu Fraksi Demokrat-Pembangunan dan Fraksi Bintang Berkeadilan,” kata Sainal Amrin dalam rapat itu.

Lanjutnya, untuk partai yang usulan Fraksi nya tidak terakomodir dipersilahkan bergabung ke fraksi gabungan atau fraksi utuh lainnya.

Dua anggota partai Perindo kemudian memutuskan untuk bergabung ke partai PDI-P sementara 1 anggita Partai Hanura memutuskan bergabung ke partai PAN.

Dan akhirnya  7 fraksi terbentuk dengan komposisi 5 fraksi utuh yaitu Fraksi Gerindra, Fraksi PAN, Fraksi PDI-P, Fraksi Golkar, dan Fraksi Nasdem, lalu dua Fraksi Gabungan yaitu Fraksi Bintang-Berkeadilan (Gabungan dari PBB dan PKS) dan Fraksi Demokrat-Pembangunan (Gabungan Partai Demokrat dan PPP).

Adapun komposisi dari Fraksi tersebut antara lain :

  1. Fraksi Gerindra, Ketua Syaifullah Halik, Wakil Ketua Kaharuddin,  Sekertaris Musdalim Zakkir, dengan anggota Abdul Rauf dan Sainal Amrin.
  2. Fraksi PAN, Ketua Andi Arnah Iffah, Wakil Ketua Hj. Suawarsih Atas, Sekretaris dr. Hakim Nuampa dengan Anggota Muh. Ajib Madjid dan Husmaluddin.
  3. FraksinPDIP, Ketua Syuri Rahayu Pasambuna, Wakil Ketua Yunus T Patandianan, Sekretaris I Ketut Arjana, dengan anggota Syarifuddin Baso Rantegau, Syafaruddin Sunu dan Agusalim.
  4. Fraksi Golkar, Ketua H. Umar Tebu, Wakil Ketua H. Mustafa, Sekretaris Hj Fairin Amrinah Sirang dengan Anggota Al Mukhtaram.
  5. Fraksi Nasdem Ketua H. Zainuddin Boni, Sekretaris Yunus Parorrongan Jama dengan Anggota Try Setiawan.
  6. Fraksi Demokrat-Pembangunan, Ketua Ramadhan Husain, Wakil Ketua Ir. H.Akhdan, Sekretaris H. Idiawati dengna Anggota Nasruddin G.
  7. Fraksi Bintang Berkeadilan, Ketua Dr. Hj. Asmani Arif, Sekretaris Firlan Muharram Alimsyah dengan anggota Muh. Gassing HS. (Mir/hen)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top