BERITA UTAMA

Cagar Alam Napabalano Terbakar, Pohon Jati Berusia 3,5 Abad Nyaris Terbakar

KOLAKAPOS, Raha–Sebatang pohon jati tertua di dunia berusia 350 tahun (3,5 Abad) yang tumbuh kokoh di dalam kawasan cagar alam Napabalano desa Tampo kecamatan Napabalano Muna, nyaris hangus terbakar setelah api melahap sebahagian semak-semak dan daun kering di dalam cagar alam tersebut pada Rabu 6 November sekira pukul 17:30 Wita.

Danramil 1416-08/Tampo Kapten Inf Bahar saat ditemui Kolaka Pos di lokasi kebakaran Kamis pagi (7/11) mengungkapkan, sekitar pukul 17.30 Wita ia hendak belanja air mineral di kios yang letaknya tidak jauh dari kantor Koramil 1416-08/Tampo. Kemudian seorang warga desa setempat menghampirinya lalu menginformasikan bahwa telah terjadi kebakaran didalam kawasan cagar alam Napabalano. “Tidak jadi saya beli air minum. Saya langsung ke lokasi bersama sejumlah warga dan dibantu oleh Babinsa,” ucapnya.

Minimnya air serta semak belukar yang kering akibat kemarau panjang, kata perwira TNI Angkatan Darat berpangkat tiga balok dipundak ini menyebabkan api cepat membesar. “Pohon jati yang sudah rebah dan kering yang ada dalam areal cagar alam terbakar. Sementara kami ini memadamkan api hanya menggunakan ranting pohon berdaun hijau,” kata Bahar sembari mempraktekkan.

Kata dia, warga sekitar dibantu aparat kecamatan, desa hingga Polsek Tampo petang itu terus berjibaku berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Hingga sekira pukul 18:30 Wita dua unit mobil Pemadam Kebakaran Pemda Muna tiba kelokasi untuk membantu mereka. “Pemadam datang, tapi selangnya tidak sampai ke titik api. Jadi hanya diterangi cahaya senter HP dan cahaya api, kami membuat rantai manusia. Air ditadah pake ember lalu kita baku opor-opor kan,” ungkap Bahar.

Sekitar pukul 19:00 Wita, katanya api sudah dapat dijinakkan. “Titik api ada dua. Titik pertama menghanguskan kurang lebih 50 meter persegi dan titik kedua itu menghanguskan sekitar 20 meter persegi. Jadi kurang lebih 6 meter kayu jati tertua di dunia ini terbakar,” ucapnya.

Senada, Kepala Pos Penjagaan Cagar Alam Napabalano Resort Maligano, La Rewangi menduga sumber api berasal dari puntung rokok yang dibuang sebarangan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. “Alhamdulillah pohon jati tertua di Dunia tidak terbakar, yang terbakar ini adalah pohon jati yang tumbang sejak dulu. Kondisinya juga sudah kering,” ucapnya sembari menyeprotkan air pada pohon jati kering yang masih nampak mengeluarkan asap.

Untuk diketahui, berdasarkan pantauan Kolaka Pos di lokasi kejadian, meskipun sebatang pohon jati tertua di dunia itu tidak sempat terbakar api, namun tampak sejumlah pohon jati berukuran tiang listrik hingga seukuran derom minyak pelastik ikut terbakar. (m1/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top