BERITA UTAMA

Plt Kepala Desa Takut Ketemu Warganya

Foto Warga Desa Wuna Saat Duduk di Teras Rumah Plt Kepala Desa, Abdul Gani.FOTO:Kadamu/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Mubar–Pelaksana Tugas (Plt), Kepala Desa Wuna, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat (Mubar), takut bertemu warganya. Bahkan keluarga maupun istri Abdul Gani selaku pemimpin Desa Wuna, melakukan pengusiran kepada masyarakatnya.

Tak hanya itu, istri Abdul Gani itu melontarkan kata kata yang tidak senonoh kepada masyarakat saat ingin bertemu Abdul Gani di Rumahnya. “Kepala Desa lagi sakit, nanti besok baru ketemu,” teriaknya kepada warga. Minggu, (10/11), malam.

Diketahui sehari sebelumnya Sabtu 9 November 2019, warga desa wuna meminta kepada Abdul Gani untuk menunjukkan Rencana Anggaran Biaya (RAB), tahun 2019, namun Pejabat desa itu enggan memberikannya.

Dengan demikian, pertemuan tersebut warga meminta kepada Abdul Gani untuk menggelar rapat yang menghadirkan seluruh perangkat desa dan masyarakat, namun hingga Minggu 10 November  tak ada kejelasan, sehingga warga berkunjung kembali di rumahnya Abdul Gani untuk menanyakan kepastian rapat.

Salah seorang Warga Desa Wuna La Munduru menyesalkan sikap istri seorang pejabat Dewa Wuna, karena tidak mempunyai sopan santun dalam menemui warganya. “Kita ini sebagai warga Desa Wuna harusnya kita dilayani dengan baik, karena tujuan kita bukan untuk mencuri,” paparnya saat meninggalkan rumah Abdul Gani.

Perlakuan kasar juga dilakukan seorang lelaki yang keluar dari dalam rumah dan mempertanyakan kemanusiaan warga yang datang di kediaman Abdul Gani. “Kalian ini manusia atau apa,” ucapnya sambil menirukan kata laki-laki yang tak dikenal itu.

Sebagai Pemerintah Desa seharusnya memberikan pelayanan terbaik kepada setiap warga yang datang, karena mereka (Abdul Gani, red), digaji negara setiap bulan untuk melayani warga. “Kita ini sama-sama mempunyai pendidikan, kan tidak elok jika setiap warga yang datang, mendapatkan kata-kata kasar,” tegas La Munduru.

Ia menginginkan, agar pengelolaan setiap anggaran yang diberikan pemerintah pusat dikeola dengan baik. “Kami juga menginginkan agar pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan,” paparnya.

Sementara itu Plt Kepala Desa Wuna Abdul Gani, meminta maaf kepada warganya atas perlakuan istrinya ataupun keluarganya. “Memang tadi malam, (Minggu malam, red), sudah tidur dan lagu enak badan,” ucapnya.

Namun, kedepan dirinya memastikan tidak akan terulang untuk kedua kalinya kejadian yang sama. “Saya harap teman-teman tidak tersinggung dan tidak bosan untuk berkunjung di rumah,” tutupnya. (P2/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top