BERITA UTAMA

Dinas PU Kolaka Pastikan Jalan Menuju USN Kolaka Dapat Prioritas Diaspal

Kadis PU Kolaka Ir H Andi Abas

KOLAKAPOS, Kolaka–Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kolaka pastikan pengaspalan jalan menuju USN Kolaka merupakan program prioritas untuk diaspal. Namun kepastian pengaspalannya belum bisa ditentukan, sebab adanya pengurangan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020. Hal ini diungkapkan Kadis PU Kolaka H Andi Abas saat ditemui media ini, Rabu (13/11).

“Terkait jalan menuju USN Kolaka kita prioritas karena dari sisi pertimbangan, apalagi dalam RPJMD juga sudah jelas terkait pasilitas sarana dan prasarana yang akan dikerjakan,” ungkap Kadis PU Kolaka H Andi Abas.

Hanya saja, kata Abas pihaknya belum bisa memastikan kapan akan dilaksanakan, sebab dalam proses APBD kita, tidak seperti apa yang kita bayangkan ketika masuk Musrenbang itu harus final program usulan yang harus datang untuk direalisasikan, tapi tidak seperti itu selain di Musrembang desa, kecamatan, dan kabupaten. Bagaiamana dengan dana pembiayaannya. Apalagi disini ada beberapa macam dana pembiayaan ada melakui Dana alokasi khusus, dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan yang lainnya.

Apalagi dana DAK tidak seperti yang dulu-dulu, anggaplah kalau kita sudah dikasih plafon anggaran tahun ini Rp 25 Milyar maka otomatis ditahun depan mesti naik maksimal 10 persen ternyata dijaman sekarang konsep itu sudah tidak berlaku lagi. Jaman sekarang ini apapun bisa terjadi oleh kebijakan pusat dan tidak perlu disampaikan sama kita, kalau dulu apa yang sudah kita dapat itulah yang akan digunakan kalaupun dikurangi pasti akan ada koordinasi dengan Pemda karena sudah masuk di ABPD.

“Sekarang Ini tidak lagi contohnya kita kemarin di PU tahun 2019 menganggarkan DAK bidang jalan 25 Milyar maka tahun 2020 kita naikkan menjadi 30 Milyar, karena kita asumsikan naik 10 persen dari sebelumnya tapi kenyataan yang ada dari hasil pemangkas DAK kita minggu lalu di Makassar ternyata bidang jalan turun kita hanya dapat 12 Milyar. Nah ini problem padahal ini sudah masuk APBD awal 2020,” bebernya.

Sehingga lanjut Abas, memang daerah kita ini menjadi harus pandai menyesiasati program-program kita yang sudah disetujui di DPR maupun dimusrembang ini harus dipangkas. Makanya kita akan mencoba mencarai sumber dana lain.

“Itulah realita yang kita hadapi inilah yang harus dipamahmi. Dan ini berlaku bukan hanya di Kolaka akan tetapi sebagian besar kabupaten diseluruh wilayah Indonesia kena dampak ini dan mereka juga mengeluhkan dengan kondisi seperti ini. Yang pasti kita sudah usulkan di 2020 tapi kelihatannya saya belum cek persisnya berapa tapi kita ada pengurangannya lebih dari Rp 20 milyar dari DAK. Akan tetapi kita upayakan siapa tau ada kebijakan dari pemerintah daerah menyiasati program-program prioritas tadi untuk bisa kita laksanakan,” jelasnya.

Namun pihaknya akan terus berupaya, misalnya begini ada kebijakan untuk mengurangi pembiayaan lain diluar PU untuk menyelesaikan permasalahan di PU. Ini tergantung kebijakan bapak Bupati yang pasti hampir semua kebijakan PU itu prioritas terkain jalan menuju USN.

“Jadi tidak pernah ada Pemda untuk tidak dijadikan prioritas apalagi disana ada kampus anak-anak kita menuntut ilmu hanya persoalan ada pemangkasan anggaran. Termasuk program 2 kilo perkecamatan itu yang terganggu. Itulah yang akan kita carikan solusinya terkait pengurangan DAK ini agar program bidang jalan bisa terlaksana dan bisa dilaksanakan. Karena kebijakan bapak bupati terkait infrastruktur itu merupakan kebijakan tidak bisa ditawar-tawar dan kami belum bisa pastikan apakah akan dilaksanakan pengasapan ditahun depan atau tidak karena terkait pemangkasan anggaran ini,” tutup Abbas. (K9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top