BERITA UTAMA

Tahun Ini, Dinas Dikbud Kolaka Buat Buku Ritual Adat Mosehe Wonua

Kepala bidang Kebudayaan Kolaka Drs Munaser Arifin Latambaga, M. Si saat memperlihatkan buku tentang tata cara Mosehe Wonua.

KOLAKAPOS, Kolaka–Guna memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda terkait budaya Mekongga. Dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Kolaka membuat suatu program pembuatan buku terkait tata cara ritual adat Mekongga Mosehe Wonua atau Pensucian Negeri.

Kepala Dikbud Kolaka H Salamansyah melalui kepala bidang (Kabid) Kebudayaan Kolaka Munaser Arifin Latambaga mengatakan, tahun ini pihaknya membuat suatu program terkait pembuatan buku terkait ritual adat Mosehe Wonua sebagai panduan tata cara melaksanakan ritual adat Mosehe Wonua.

“Allhamdulilah tahun ini kita sudah membuat buku yang berjudul ” Pengkajian Ritual Mosehe Wonua” yang berisikan 200 halaman dan sebagai langkah awal kita sudah cetak sebanyak 100 buku, yang akan kita sebar ke setiap desa wisata agar setiap wisatawan yang berkunjung bisa membaca buku tersebu. Dan kedepannya kita akan perbanyak lagi,” ungkapnya saat ditemui media ini, Selasa (19/11).

Dalam pembuatan buku, kata mantan camat Wundulako ini, pihaknya menggandeng tim ahli serta tim akademsi dari kampus UHO Kendari untuk melakukan penyusunan buku terkait tata cara pelaksanaan ritual adat Mosehe Wonua. Sehingga isi buku tersebut telah dijelaskan bagaimana tata cara ritual Mosehe Wonua dan tujuannya. Hal ini kita buat agar satu tujuan persepsi perihal tata cara ritual Mosehe Wonua.

“Ini merupakan gebrakan kami,
Tahun depan lagi kita akan buat lagi buku terkait cerita rakyat Mekongga. Jadi memang kita fokus dibuku kedepannya kita akan buat lagi suatu buku terkait kebudayaan kita tidak hanya ritual Mosehe Wonua saja,” akuhnya.

Selain itu, kata Munaser tujuan utama pembuatan buku Mosehe Wonua agar regenerasi kita bisa mengetahui identitas budayanya sehingga tidak melupakannya.apalagi dengan perkembangan zaman seperti sekarang ini.

“Intinya dengan hadirnya buku ini, kita harapkan regenerasi kita akan paham akan budayanya sehingga tidak melupakannya,” harapnya.

Pihaknya juga belum bisa memastikan kapan kegiatan ritual Mosehe Wonua akan kembali dilaksanakan.

“Kita belum bisa pastikan kapan lagi akan kita laksanakan Mosehe wonua akan tetapi seharusnya Mosehe wonua itu harusnya dilaksanakan setiap tahunnya pasca panen semua tanaman, karena tiap tahun pasti akan ada musim panen. Akan tetapi tetap akan kita laksanakan karena ritual Mosehe Wonua juga sebagai salah satu simbol budaya kita yang harus tetap kita jaga dan lestarikan,” tutupnya. (K9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top