BOMBANA

Listrik Padam, Warga Demo PLN Bombana

KOLAKAPOS, Rumbia–Padamnya listrik yang terjadi di beberapa wilayah kabupaten Bombana sejak Oktober lalu membuat sejumlah masyarakat merasa resah, karena kerugian materil disebabkan pemadaman tidak sedikit.

Contohnya saja alat elektronik rusak dan pelayanan publik terhambat serta roda ekonomi masyarakat terganggu

Merasa geram, Selasa (26/11) sejumlah masyarakat yang tergabung dalam aliansi aktivis muda Bombana menggelar aksi demonstrasi di kantor PLN

Koordinator lapangan Danil Iricho dalam orasinya meminta pihak PLN untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Caranya, kata Danil, pihak PLN untuk mengadakan mesin cadangan sebagai pengganti mesin yang rusak, ditambah lagi PLN harus mengganti kerugian masyarakat akibat pemadaman ini seperti kerusakan alat elektronik.

“Akibat pemadaman listrik,banyak barang elektronik Masyarakat yang rusak dan PLN harus bertanggung jawab atau mengganti alat elektronik tersebut,” tegasnya.

Sementara itu Kepala kantor PLN cabang Bombana Agus Wahyu mengatakan padaman listrik selama ini di sebabkan karena adanya pengembangan yang di lakukan pihaknya yaitu Pekerjaan pergantian kabel kecil ke besar yang sedang berlangsung sepanjang 50 km dari Antam Kolaka ke toari Bombana dan semua itu satu jaringan.

Bukan cuma jalur itu saja pihaknya akan melakukan pemadaman nanti untuk wilayah ibu kota kasusnya sama yakni pengembangan dari Ladumpi sampai Toari.

Hal ini di lakukan melihat jumlah pemakai listrik di Bombana semakin meningkat dan selain itu adapula kebutuhan perusahan di kabupaten Bombana.

“Perusahan perkebunan milik PT Jhonlin juga meminta daya listrik pada kami,sebagai BUMN kami punya kewajiban akan hal itu,” ungkapnya

Terkait apa yang menjadi tuntutan para massa aksi,dirinya belum bisa merealisasikan pasalnya semua keputusan ada pada pimpinan.

“Yang jelas kami PLN bertindak hari ini bukan kepentingan profit namun kepentingan Bombana ke depannya,”ungkapnya. (K6/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top