BERITA UTAMA

Sebuah Pengakuan

Harian Kolaka Pos memasuki tahap final verifikasi media cetak oleh Dewan Pers. Sejak pekan lalu, koran yang berusia enam tahun ini, telah terverifikasi administrasi. Tinggal menunggu jadwal kunjungan Dewan Pers, untuk memvalidasi administrasi agar dinyatakan terverifikasi sepenuhnya.

Verifikasi administrasi saja itu sejatinya, merupakan pengakuan dari Dewan Pers mengenai kepatuhan Kolaka Pos pada regulasi. Karena, selain menyertakan bukti pendirian, izin penerbitan, kepatuhan pajak, kesejahteraan pegawai, asuransi ketenagakerjaan, dan sebagainya dari sisi administrasi, media dinyatakan terverifikasi administrasi jika memenuhi unsur profesionalisme dari sisi keredaksian.

Sejak awal, Kolaka Pos berusaha untuk menjaga profesionalisme keredaksian. Sampai saat ini, jika berbicara lingkup Kolaka Raya yang terdiri dari Kolaka, Kolaka Utara dan Kolaka Timur, Kolaka Pos merupakan satu-satunya media lokal yang memiliki wartawan dengan seluruh jenjang kompetensi kewartawanan Dewan pers yaitu Wartawan Muda, Wartawan Madya dan Wartawan Utama. Tidak heran, jika Kolaka Pos menjadi referensi yang dapat diandalkan dan dipercaya.

Terkait verifikasi media, belakangan ini seperti menjadi momok. Bagaimana tidak? Media yang tidak terverifikasi, diancam tidak mendapat kerjasama dengan pemerintah. Padahal, hampir seluruhnya berebut kue dari anggaran daerah. Tapi, bukan itu tujuan utama Kolaka Pos untuk terverifikasi. Untuk terverifikasi adalah bukti langkah profesionalisme yang selama ini dijalani Kolaka Pos, berada di jalur yang tepat. Bahwa kemitraan antara Kolaka Pos, Pemerintah dan Swasta adalah profesional dan proporsional.

Tidak ada yang sempurna, Kolaka Pos juga mengakui itu. Namun dengan segala kekurangan dan keterbatasan, Kolaka Pos tetap berusaha seprofesional mungkin bekerja dijalur tak berpihak. Memenuhi fitrahnya sebagai kontrol sosial, edukasi, hiburan dan lembaga ekonomi sesuai maklumat UU nomor 40 tahun 1999 tentang pers. Kolaka Pos berkomitmen untuk menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam melaksanakan tugas kewartawanan.

Kami menunggu Dewan Pers di kantor dua lantai Kolaka Pos. Menunggu untuk hasil penilaian akhir. Namun pada akhirnya, para pembaca setia nan budiman jugalah yang menjadi juri, seberapa layak pengakuan Kolaka Pos ini. (eko M junus)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top