BERITA UTAMA

Rektor Anggap Aneh Jika Aset Akper Ditarik

KOLAKAPOS, Kolaka — Bupati Kolaka, Ahmad Safei berencana menarik aset Pemkab Kolaka yang telah diserahkan ke Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka. Aset berupa bangunan dan tanah yang dulunya milik Akper Pemkab Kolaka itu, ditaksir bernilai sekitar Rp5 miliar.

Penarikan tersebut dilatar belakangi kekecewaan bupati karena mendapat informasi bahwa program studi D3 Keperawatan USN akan dipindahkan ke kampus B di Mawasangka.

Saat dikonfirmasi ke rektor USN Azhari, ia meminta hal tersebut tidak perlu dibesarkan. Menurutnya, bupati Ahmad Safei telah mendapat informasi yang salah dari bawahannya. Sebab, sampai saat ini D3 keperawatan tetap berkampus di Kolaka, bukan di kampus B. “Terkait aset Akper saya rasa tidak usah dibesar-besarkan walaupun informasinya itu, sudah sampai dibaca kementerian karena sudah ada di media, karena itu kita jadi malu sendiri,” kata Azhari kemarin(4/12).

Azhari merinci, selain prodi keperawatan, USN juga sudah memiliki prodi farmasi. Bahkan saat ini, USN tengah menunggu izin untuk S1 keperawatan/ners dan kebidanan serta S1 Kesehatan Masyarakat. Rencananya, setelah izinnya terbit, akan dibuka jurusan kesehatan, sambil menunggu moratorium izin fakultas dicabut, nantinya juga akan diusul fakultas.

Saat izin S1 keperawatan terbit, secara otomatis izin D3 keperawatan akan ditutup. Kementerian memang pernah menyarankan daripada ditutup, D3 tersebut lebih baik dipindahkan saja ke kampus B. “Tapi karena feeling saya ini izin telat turun, maka pengalihan prodi D3 keperawatan ke kampus B saya batalkan, karena saya sudah duga akan ada pandangan seperti ini. Jadi prodi keperawatan itu ada di Kolaka, dan ketua program studinya, belum lama ini saya lantik. Jadi bukan di kampus B. Tolonglah, kalau beri info ke pimpinan itu yang benar, jangan yang asal-asalan saja sehingga tidak terkesan bicara tanpa fakta. Kan kita yang malu sendiri,” ungkapnya.

Wacana penarikan aset tersebut lanjut Azhari, terbilang aneh. Karena, bukan berasal dari keinginan USN. Pemkab Kolaka yang berinisiatif serahkan ke USN, sekarang Pemkab Kolaka juga yang akan tarik. “Namanya barang yang sudah kita serahkan ke pihak lain, pakai upacara segala lagi dan itu yang mengurus kan pihak pemda sendiri, kami di USN hanya menerima saja karena ketika kementrian setuju Akper gabung ke USN, USN tidak dapat menolak,” terangnya.

Azhari berseloroh, belum pernah mengetahui ada ancaman penarikan aset yang telah diserahkan Pemkab ke universitas di Indonesia. “Malulah, itu lihat daerah lain aset puluhan milyar bahkan Banten itu, seratus milyar diberikan ke Untirta hanya karena ada izin Fakultas Kedokteran keluar. Kita Kolaka, lima miliar dalam bentuk bangunan dan tanah, itupun tetap ada di Kolaka bahkan masih dipakai juga sebagian sama Balitbang, Pemda Kolaka kok kayak sudah luar biasa mau tarik aset,” tandasnya. (mir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top