BERITA UTAMA

USN Bidik Loan Untuk Fakultas Kesehatan

Rektor USN Kolaka Dr Azhari saat membuka kegiatan pelatihan proposal Loan. Foto : Neno/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka — Universitas Sembilan belas November (USN) Kolaka tahun ini, sedang fokus menyiapkan proposal untuk mendapatkan bantuan internasional melalui dana Loan. Sebagai langkah awal, USN melakukan pelatihan penyusunan proposal loan, dengan mendatangkan pemateri dari kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) di aula rektorat USN Kolaka, Jumat (3/1).

Rekor USN Kolaka Dr Azhari mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penyusunan proposal pengajuan untuk mendapat bantuan Loan yang merupakan salah satu bantuan luar negeri. “Jadi kita akan segera mengajukan proposal loan agar kita bisa bangun satu Fakultas kesehatan yang nantinya akan mempunyai rumah sakit akademik sendiri dan punya lahan sendiri. Jadi sama seperti Unhas yang punya rumah sakit sendiri, tapi fakultasnya bebeda lokasinya. Tapi kita maunya fakultasnya disitu rumah sakitnya juga disitu dalam satu area. Sehingga kita harapkan lokasinya di Baula karena disitu ada lokasi kita yang luasnya mencapai 50 hektar, bupati Bombana juga sudah menyiapkan lahan untuk USN sebesar 40 hektar, akan tetapi kita harapkan bisa di Baula, karena lokasinya yang sangat strategis,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk mendapatkan bantuan tersebut, tidaklah mudah karena semua PTN akan mengusulkan agar bisa mendapatkan bantuan tersebut. Namun ia optimis mendapatkan loan. “Jadi yang bersaing banyak yang dapat sedikit, dan kita hanya akan bersaing untuk bisa mendapatkan bantuan tersebut. Kita juga sudah dapat bantuan dari SBSN dan kita harapkan bisa juga mendapatkan dana Loan yang bersumber dari dana luar negeri,” ucapnya.

Olehnya itu, pihaknya akan segera membuat masterplan terkait desain bangunan dan lokasinya dimana sebagai salah satu syarat. Dan saat ini sementara kita susun proposal jadi kita butuhkan lokasi tanah yang telah dihibahkan makanya saya akan menyurat ke bapak bupati meminta tolong agar bisa membantu kami menyelesaikan status lahan di Baula. “Kami sangat optimis mendapatkan dana loan ini, karena semua persyaratan akan segera kita rampungkan agar bisa secepatnya dikirim ke Bapenas. Dan saya harapkan pembangunannya bisa di Baula kalau memang tanahnya masih bermasalah, bisa saja kita bangun di tempat lain, bisa di Koltim atau di Bombana,” terangnya.

Azhari menjelaskan, jika proposal akan dimasukkan tahun ini dan jika lolos maka akan dimulai tahun depan proses pembangunannya. “Jadi dari semua perguruan tinggi negeri akan bersaing mengajukan proposalnya di kementrian kita bersama kementrian-kementrian yang lain mengajukan ke Bapenas, setelah itu tim dari Bapenas akan turun langsung meninjau semua lokasi yang diusulkan apakah lokasinya bermasalah atau tidak. Habis itu baru kemudian dirapatkan dengan kementrian keuangan dan kementrian terkait sama dengan SBSN kita bersaing dari semua PTN masukkan permohonan ke kementrian kemudian akan diseleksi siapa yang layak proposalnya. Habis itu kita akan lakukan pemaparan pada tim teknisnya Bapenas atau kementrian, barulah diputuskan apakah dikasih atau tidak. Dana ini bertahap diberikan selama beberapa tahun dengan total bantuannya minimal Rp500 miliar,” jelasnya.

Jadi, lanjut Azhari kehadiran Fakultas kesehatan itu akan berdampak positif bagi masyarakat dan daerah sebab selain mahasiswa berkuliah juga akan ada aktivitas masyarakat terkait pelayanan kesehatan karena akan ada rumah sakitnya. “Satu fakultas kesehatan dan kedokteran dengan banyak jurusan diantaranya jurusan keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, farmasi, dan kedokteran. Jadi kalau lima jurusan itu dibuka bisa 2500 sampai 3000 mahasiswa pertahun. Belum lagi masyarakat datang berobat pasti pembangunan dan perekonomian masyarakat akan semakin maju,” tutupnya.

Sementara itu, perwkilan Kemendikbud Dyah Kartiningdyah mengatakan, jika dana loan itu merupakan pinjaman pendanaan dari luar negeri jadi tentu ada aturannya. Dimana aturannya telah diaatur melalui PerBapenas jadi ada beberapa persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang harus kita ikuti. “Nah inilah yang kita sampaikan sekarang agar supaya nantinya akan sesuai dengan keinginan Bapenas. Kita berharap agar USN ini bisa mendapatkan pendanaan, sekarang USN telah dapat dana SBSN dimana dananya pertahun sedangkan loan itu dananya jangka panjang sehingga kita harus lihat dulu masterplannya, kemudian dilihat ketercapaiannya sesudah proyek ini selesai. Itu akan dipantau selama lima tahun mudah-mudahan usulannya nanti bisa direalisasikan,” tandasnya. (k9)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!