BERITA UTAMA

Dituding Bangun Dinasti, Kades Konaweeha Membantah

Saat konsorsium LSM menggelar aksi

KOLAKAPOS, Kolaka — Dianggap membangun “dinasti”, Kepala Desa Konaweeha, Hastu didemo oleh sejumlah LSM yang mengatasnamakan dirinya Konsorsium LSM Kolaka. Mereka menggelar orasi di halaman kantor DPRD Kolaka (8/1).

“Kades Konaweeha, Hastu telah membangun Dinasti, lihat saja Bendaharanya adalah adiknya sendiri, Sekdesnya adalah Adik Iparnya sendiri, ini sudah mengindikasikan KKN,” terang salah seorang orator, Haeruddin dalam orasinya.

Mereka mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya kolusi dan korupsi dalam penggunaan dana desa di Konaweeha. “Ini bisa menjadi peluang terbukanya ladang korupsi, bagaimana tidak, adiknya sendiri bendahara, sekdesnya adik iparnya,” jelasnya.

Aksi sejumlah LSM itu diterima Komisi I DPRD Kolaka. Dihadapan Komisi I, mereka meminta agar Komisi I menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Kades Konaweeha. “Singkat saja, kami ingin RDP digelar, yang pasti kades Konaweeha telah membangun dinasti, ini membahayakan penyelenggaraan pemerintahan di desa,” ujar Haerudin.

Ketua Komisi I DPRD Kolaka, Kaharuddin, menyatakan akan menindaklanjuti hal tersebut. “Yang pasti akan kami tindak lanjuti, kita akan agendakan dengan menyesuaikan agenda yang DPRD, saya berharap kawan kawan LSM berargumen dengan data yang valid ketika RDP nanti,” papar Legislator Gerindra itu.

Sementara itu, Kades Konaweeha, Hastu membatah keras tudingan yang dilontarkan para demonstran. Menurutnya, apa yang diungkapkan oleh demontasran sangat tidak berdasar. “Sekdes Konaweeha itu atas nama Samsudin, suami dari almarhumah Andi Murniati anak dari pak Andi Basri, sementara bendahara desa bernama Musawir, anak dari H.M. Ahyar, dan bendahara Bumdes bernama Jasman anak dari Sajeman Jaya. Terus dimana dinastinya?,” papar Hastu saat dihubungi melalui WhatsAppnya. “Yang dituduhkan ke saya, Sekdes Konaweeha itu adik iparku, berarti istrinya pak Sekdes saudara perempuan saya. Padahal bukan. lihat saja nama bapaknya bedakan? (dengan nama ayah Hastu),” imbuhnya.

Hastu juga merasa heran, selama menjabat kepala tiba-tiba ada yang mempersoalkan para perangkat desanya. Padahal, berkat kinerja para perangkatnya, desanya telah mengukir sejumlah prestasi. “Aneh memang. Padahal berkat kinerja perangkat desa dan masyarakat setempat, desa kami sudah banyak mengukir prestasi. Tahun lalu kami juara 1 lomba desa tingkat kabupaten dan mewakili Sultra ke tingkat Nasional Dalam Penanganan Kontingensi stunting,” ucapnya. (wir/kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!