BERITA UTAMA

DPRD Bakal Sisir Kolaka Bagian Utara

ketua komisi I DPRD Kolaka, Kaharuddin

KOLAKAPOS, Kolaka — Belum lama ini, Komisi I DPRD Kolaka menginspeksi sejumlah pembangunan internet desa. Lokasinya, pada tiga kecamatan di Kolaka bagian selatan. Dari inspeksi itu, mereka memastikan proyek internet desa sarat masalah. Jaringan internet yang sudah terpasang di kantor desa tidak berfungsi maksimal.

Selanjutnya, kata ketua komisi I DPRD Kolaka, Kaharuddin, mereka akan menyisir wilayah Kolaka bagian utara, untuk mengetahui kondisi internet desa di daerah itu. “Kita tidak boleh tinggal diam karena ini uang negara, tidak boleh habis begitu saja. Tapi kembali lagi, kami harus turun di lapangan untuk mengumpulkan data dengan matang, kami benar-benar harus punya data yang kuat. Makanya setelah turun di Kolaka bagian selatan, kami juga akan turun ke utara, setelah itu buat RDP (Rapat Dengar Pendapat) untuk setiap desa,” kata Kaharuddin, kemarin (8/1).

RDP nantinya akan memanggil pihak terkait, utamanya para kepala desa dan pihak kontraktor. Bahkan jika terdapat indikasi penyalahgunaan anggaran, DRPD tidak akan segan-segan membuat rekomendasi agar pengadaan internet desa diproses hukum oleh Kejaksaan atau Kepolisian.

Dalam RDP nanti, Komisi I akan meminta penjelasan kepada kepala desa dan pihak kontraktor apa kendalanya sehingga internet tidak berfungsi maksimal. Kemudian bagaimana penggunaan anggarannya, dan mekanisme kontrak dengan kontraktor. “Itu semua kita harus tahu, karena ini uang negara yang dipakai ini. Nanti setelah itu baru kami simpulkan dan buat rekomendasinya. Saya rasa juga pihak Kejaksaan harus turun lihat seperti apa persoalan ini, karena ini uang negara ini, tidak boleh kita main-main,” papar legislator Gerindra.

Berdasarkan hasil temuan sewaktu turun di Kolaka bagian selatan, Kaharuddin menduga kuat bahwapengadaan internet desa tidak melalui perencanaan yang matang. Akibatnya, jaringan internet tidak berfungsi maksimal karena terkesan dikerjakan ala kadarnya. “Kayaknya memang ini tidak melalui perencanaan yang matang, karena kalau perencanaannya matang tidak bermasalah begini jadinya. Buktinya, kalau memang perencaannya matang itu pembangunannya akan ditempatkan di lokasi yang bagus pelemparan sinyalnya, tapi inikan yang kami lihat di lapangan dibangun begitu saja, yang penting asal berdiri,” pungkasnya. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!