BERITA UTAMA

Hah.. 48 miliar?

Saya mengernyitkan dahi mendapat kiriman link (tautan) dari teman lewat WA. Sekilas saya baca dijudulnya,zada Indikasi, ada korupsi, ada kampus, ada USN, ada Kejagung. Saya kaget, langsung membatin “mati Azhari, kenapa dia ini?”. Spontan saya klik tautannya. Secara lengkap judul beritanya seperti ini “Indikasi Tindak Pidana Korupsi Anggaran Pembangunan Kampus USN KOLAKA, APMAM Laporkan di KEJAGUNG RI”. Saya tidak akan sebutkan alamat websitenya, emangnya endorse?.

Terang saja saya kaget membaca judulnya, Karena melibatkan rektor USN, DR.Azhari, orang yang saya kenal karena idealismenya tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi. Dia tidak ngebet membangun Rujab rektor, tidak gila perjalanan dinas, sehingga hampir tiap hari dia bisa ditemukan di Kolaka, kediamannya tidak dijaga sekuriti, ia tetap tinggal dirumah pribadinya dengan biaya pribadi dan tanpa penjagaan.

Ada lagi. Sepengetahuan saya, ia tidak alergi untuk melibatkan aparat hukum dan pakar teknis untuk proyek pembangunan kampus. Pakar teknisnya, diundang khusus dari Unhas.

Serasa ingin menelepon dia untuk mengkonfirmasi indikasi tersebut. Tapi saya tunda sejenak. Mungkin lebih baik saya baca dulu beritanya. Pas saya baca, asataga, berita apa ini? Berita tersebut diberi gambar gedung yang kemungkinan dimaksudkan sebagai kampus USN. Kenapa saya katakan kemungkinan dimaksudkan? karena gambarnya sendiri tidak diberi keterangan gambar. Jadinya, saya mereka-reka sendiri, menginterprestasikan sendiri.

Dalam salah satu paragrafnya, ada kutipan dari narasumber berita, satu-satunya narasumber berita, bernama Afandi Somar, direktur eksekutif Aliansi Pemuda-Mahasiswa Anti Mafia (APMAM) “Baru setahun saja bangunan kampus USN rusak dan tidak terpakai, padahal negara sudah mengalokasikan anggaran yang cukup besar yakni senilai 48 Milyar untuk pembangunan. Olehnya kami mendatangi lembaga negara yang berwajib untuk menindaklanjuti persoalan ini sampai ke akarnya,” begitu ujarnya.

Karena mengetahui sedikit tentang USN, saya curiga, ada penggiringan wacana antara judul dan gambar. Seolah-olah, tindak pidana korupsi pembangunan kampus USN Kolaka itu, ya gedung yang ada digambar itu. Gedung yang dihargai 48 miliar, tapi plafondnya sudah menggelantung, temboknya sudah terkelupas, ayamnya hanya satu ekor (ada digambar) hehehe. Tapi dia salah, gedung digambar itu, terdapat di Buton Tengah. Gedung milik Pemkab Buteng, yang dipinjamkan ke USN sebagai gedung perkuliahan kampus B USN Kolaka.

Perkara dugaannya, sudahlah saya tidak perlu repot-repot jelaskan. Toh saya bukan Humas USN, biar nanti rektornya sendiri yang jawab. Saat itu, saya hanya mencoba menelaah beritanya. Itupun, kalau layak disebut berita. Karena, berita macam apa yang menyadur mentah-mentah statement seseorang, tanpa memberikan kesempatan pada pihak lainnya untuk menjelaskan jawabannya. Berita ini tidak cover both side, tidak menampilkan dua sisi dalam beritanya. Tidak berimbang.

Lagian, redaksi media ini, tidak menaruh kecurigaan sedikitpun pada narasumbernya. Kecurigaan tentang lugasnya dia membahas masalah USN, sedangkan dia (mungkin) belum pernah ke Kolaka. Jika memang narasumbernya pernah melakukan investigasi -hah???- terkait kampus USN, harusnya dijelaskan di dalam beritanya. Agar pembaca bisa yakin bahwa si narasumber memberikan data yang benar. Bukankah apa yang diketahui pembaca adalah apa yang dibacanya?

Berita itu juga menyertakan tuntutan APMAM, seperti tuntutan dalam selebaran yang sering dibagikan saat demostrasi. Ada enam point yang disebut redaksi media itu sebagai tuntutan. Dua poin teratas seperti dibawah ini.

Adapun tuntutan yang di sampaikan direktur Eksekutif APMAM sebagai berikut :

1. Bahwa UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER (USN) KOLAKA Didirikan pada tanggal 16 April 1984 dengan nama Sekolah Tinggi ilmu Keguruan dan ilmu Pendidikan (STIKIP) Kolaka, dan UNIVERSITAS NEGERI SEMBILANBELAS NOVEMBER (USN) KOLAKA menjadi universitas Negeri pada tahun 2014;

2. Bahwa dengan terjadinya peningkatan status UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER (USN) KOLAKA menjadi Universitas Negeri maka secara otomatis UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER (USN) KOLAKA mendapatkan Bantuan dan anggaran belanja dari pemerintah sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Jo Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi;

Astaganaga, tuntutan apa itu? Tuntutan adalah permintaan yang menjurus ke pengharusan. Tuntutan identik dengan gugatan. Yang mana bisa dikategorikan tuntutan pada poin satu dan dua itu? Aneh ini media. Saya jadi ingin tahu, siapa sih orang-orang di meja redaksinya? mungkin bisa saya lihat profilnya di web Dewan Pers. Saat saya klik kolom redaksinya, eng ing eng.. polos, tidak ada isinya.

Saya lanjut lagi tuntutan 3 dan 4. Dua tuntutan tersebut memiliki persamaan. Kalimat pertamanya dimulai dengan kata “Bahwa pada tahun”. Bedanya, kalau poin 3, pada tahun 2015, poin 4, pada tahun 2016. Adoh, CLBK pale ini. Saya langsung ilfil, ogah melanjutkan ke poin 5 dan 6. cukup.

Nah, baru saja menutup berita itu, masuk lagi WA dari teman saya. Kali ini screen shoot postingan di FB terkait link berita tersebut. Ah sudahlah, saya no comment saja. Saya mo bilang apa juga? Toh USN sedang masyuk dengan laporan polisi terkait postingan FB, untuk kasus yang lain.

Mending saya hubungi rektor USN, coba minta konfirmasinya. Agak panjang lebar saya bertanya. dia hanya menjawab singkat. “Sudahmi dinda, saya hanya kasihan dengan mereka itu,” jawabnya tanpa menjelaskan siapa mereka itu. Rektor lalu mengajak bercerita soal yang lain. Jadi, ya sudah. cukup sampai disini soal 48 miliar. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!