BERITA UTAMA

Pemkab Kolaka Terima IPA dari BPPW Sultra

Bupati Kolaka, Ahmad Safei saat memberikan sambutan pada acara menyerahterimakan pengelolaan dan pemanfaatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dari Balai Prasarana Permukiman (BPPW) Sultra, Rabu (15/1).

KOLAKAPOS, Kolaka — Balai Prasarana Permukiman (BPP) Wilayah Sulawesi Tenggara melakukan serah terima pengelolaan dan pemanfaatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) kepada Pemda Kolaka, Rabu (15/1). Bersamaan dengan itu, BPP juga menyerahkan pemanfaatan bangunan SD Negeri 3 Konaweha, dan MCK individual sanitasi perdesaan padat karya, serta bangunan kelas MTsN 1 Kolaka kepada Kementerian Agama Kabupaten Kolaka.

Kepala BPP Wilayah Sultra, Mustaba mengatakan IPA yang baru saja diserahkanterimakan pemanfaatannya itu berkapasitas 40 liter perdetik. Pembangunannya menghabiskan anggaran sebesar Rp16,9 miliar. “Saya berpesan kepada pemerintah agar infrastruktur yang dibangun cukup mahal ini, dijaga dengan baik. Apa artinya kita bangun, kalau pemerintah tidak peduli,” ujarnya.

Menurutnya, IPA ini dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kolaka. Ia pun berharap agar bangunan pabrikan ini diperhatikan dan dijaga dengan baik, sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Sama halnya dengan bangunan SD Negeri 3 Konaweha dan MTsN 1 Kolaka, diharapkan bisa bermanfaat bagi siswa dan membuat mereka nyaman belajar, sehingga generasi yang unggul bisa tercipta. Sementara itu, tersedianya MCK dapat memudahkan sanitasi warga. Sebutnya, anggaran yang dikeluarkan untuk merehabilitasi bangunan SD Negeri 3 Konaweha, MTsN 1 Kolaka, dan membangun fasilitas mandi cuci kakus individual sanitasi perdesaan padat karya di 10 desa ini, sebesar Rp6,6 miliar.

Bupati Kolaka, Ahmad Safei mengatakan dengan adanya instalasi pengolahan air kapasitas 40 liter per detik ini dapat dimanfaatkan setidaknya oleh 4.000 kepala keluarga di Kelurahan Sabilambo, Lalombaa, 19 November, dan Rumah Sakit. Kata Safei, meskipun asetnya belum diserahkan, tetapi Pemda Kolaka berkomitmen untuk memanfaatkan dan menjaganya dengan baik. Untuk itu, pemeliharaannya menjadi tanggung jawab bersama dengan masyarakat, tidak hanya pemerintah saja. “IPA ini menghabiskan uang yang tidak sedikit, programnya tidak mudah untuk didapatkan. Inikan untuk kebutuhan masyarakat secara langsung,” kata Safei.

Ia juga mengingatkan kepada warganya agar semua sambungan rumah melalui petugas. Termasuk, melaporkan bila meterannya rusak. Sekalipun ada pembiayaan, kata dia, hal tersebut untuk biaya pemeliharaan. “Jangan karena lewat depan rumahta, lalu bocor sendiri, kemudian nyambung kiri kanan,” tambahnya.

Selain itu, ke depan pemerintah berencana untuk membangun IPA di mata air Kahyangan, agar seluruh warganya bisa mengakses air bersih. Sebab, IPA yang ada saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih seluruh masyarakat Bumi Mekongga. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top