BOMBANA

Budayawan Asal Bombana Wafat

Budayawan Bombana Saleh Syamruth

KOLAKAPOS, Rumbia — Budayawan Bombana Saleh Syamruth, Sabtu 18 Januari 2020 pria yang aktif di berbagai kegiatan budaya baik di dalam dan luar negeri itu telah menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar sekitar pukul 22.50 wita.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, yakni Kalvarios Syamrut yang juga menjabat kepala dinas Komunikasi Informasi dan Statistik kabupaten Bombana itu mengatakan, almarhum meninggal akibat penyakit yang di derita selama ini yakni lever dan maag.

Semasa hidupnya kata Rios, almarhum aktif sebagai abdi negara setelah diangkat menjadi guru SMA Negeri 2 Bau- Bau tahun 1979, guru SMA Negeri 1 Bau-Bau 1981 serta guru SMA Negeri Kasipute 1992.

“Karirnya sebagai PNS terus melonjak, Saleh Syamruth kemudian diangkat menjadi Kepala SMP Negeri 2 Rumbia tahun 2000-2004, Kepala Bidang Ekososbud, Bappeda Bombana tahun 2004 serta Kepala bidang Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Bombana tahun 2006,” ujarnya.

Selain itu, almarhum juga aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti studi banding Kebudayaan dan Pariwisata di empat kota di Australia yaitu Melbourne, Sidney, Gold Coast dan Brisbane tahun 2006. Dia juga memperoleh Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dan 30 tahun dari presiden Republik Indonesia

“Sebagai putra daerah dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, almarhum mendedikasikan dirinya mengarang buku terkait motif Moronene beserta kajian dan makna filosofinya,” paparnya.

Dalam uraiannya ada makna filosofis tiga buah motif ukiran khas corak Moronene. Yakni Bosu Bosu (renda-renda) Burisininta (paku-Paku) serta Sosoronga,Guna memiliki payung hukum yang kuat dari karya cipta almarhum, kata Rios, tahun 2012, Bupati Bombana H. Tafdil mengeluarkan Perda Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Corak/Motif Moronene Kabupaten Bombana dan pada tanggal 23 Juni 2014 telah terdaftar dan diakui oleh Kemenkumham melalui Dirjen Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atas motif dan corak khas Moronene Bombana tersebut.

Ia menambahkan, dalam perjalanannya, Almarhum kemudian mengembangkan motif dan corak khas Moronene Bombana dengan menciptakan Motif Sosoronga yang merupakan perpaduan dari motif Bosu-Bosu dan Buri Sininta. Hingga kini, hasil karya motif Moronene yang digunakan melalui desain busana telah ditampilkan serta diperkenalkan melalui event fashion show baik regional maupun nasional.

Bahkan ketiga corak tersebut sudah menjadi motif pakaian batik khas bombana,untuk di ketahui almarhum merupakan pria kelahiran 17 Juli 1947 meninggalkan satu istri,tiga anak dan empat cucu,untuk pemakaman kata Rios akan di kebumikan di makam rumpun keluarga di belakang rumah duka kelurahan Lauru kecamatan Rumbia Tengah kabupaten Bombana

“Makam almarhum tidak jauh dari rumah duka,”singkat Rios anak dari almarhum.(K6/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top