BERITA UTAMA

Kepala DPMD dan BPAD Muna Diperiksa Polisi

Kapolres Muna, Kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho di Dampingi Kasat Reskrim, Muh Ogen Sairi Usai Melakukan Peninjauan di Ruang Tipikor. FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha — Dua pejabat di Muna diperiksa polisi terkait dugaan pungli Dana Desa tahun 2019. Keduanya yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Muna, Amrin Fiini dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Muna, Rustam. Amran diperiksa pada Senin (20/1) sedangkan Rustam diperiksa kemarin (21/1)

Kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho mengungkapkan, dua pejabat tersebut dipanggil untuk memberikan klarifikasi dugaan pungli DD 2019. ” Saat ini sementara pengambilan bahan keterangan dulu. Nanti dikumpulkan semua-semua yang ada kaitannya akan diambil keterangannya,” ucapnya pada Kolaka Pos saat ditemui di ruang Tipikor Polres Muna.

Terpisah, Kepala BKAD Muna, Amrin Fiini saat ditemui Kolaka Pos diruang kerjanya membenarkan bahwa dirinya telah dimintai keterangannya oleh Tipikor Polres Muna soal dugaan Pungli DD. “Panggilan itu merupakan klarifikasi. Jadi pertanyaannya (Penyidik) berkaitan dengan alur dari pada DD itu,” ucapnya

Amrin meyakini tidak ada yang salah dalam tahap pencairan DD 2019 tersebut. Pihaknya sudah bekerja sesuai mekanisme yang telah ditentukan. “Transfernya dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Disinilah BKAD membuat Surat Permintaan Pencairan Dana (SP2D) untuk di transfer ke rekening desa. Ini sudah sesuai prosedur,” katanya

Amrin tidak mengetahui soal adanya dugaan pungli tersebut. Sebab pengoperasian DD tersebut langsung ke desa-desa. “Transaksinya nontunai jadi kita tidak tahu seperti apa warna uang itu,” ketusnya.

Secara keseluruhan ungkap Amrin, anggaran DD 2019 tersebut sebesar Rp123 Miliar. “Kemarin itu ada pertanyaan (Penyidik) setelah mereka berurusan administrasi sudah selesai lengkap administrasi apakah ada pembayaran-pembayaran? Itu tidak ada. Karena memang dalam aturan tidak boleh dan saya juga melarang. Saya larang minta-minta uang apalagi mempersulit,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Muna, Rustam juga mengakui kehadirannya di ruang Tipikor Polres Muna untuk memenuhi panggilan penyidik. ” Ada undangan jadi kita hadiri,” singkat mantan Kepala BKPSDM Muna itu. (m1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top