BERITA UTAMA

Pemkab Kolaka dan Kolaka Pos Sinergi Majukan Kolaka

Foto Bersama Kabag Humas Pemkab Kolaka Anas Yusuf (kiri) dan Bupati Kolaka Ahmad Safei (tengah) bersama Direktur Kolaka Pos, Hendri Nazaruddin (dua dari kanan), Pimred Kolaka Pos, Eko M Junus (dua dari kiri) dan wartawan Kolaka Pos, Neno (kanan)

KOLAKAPOS, Kolaka — Bupati Kolaka, Ahmad Safei mengaku bukan orang yang selalu ingin tampil di depan hingga mendapat banyak “lampu sorot” media. Karenanya ia mafhum jika intensitas pemberitaan dengan dirinya sebagai objek, tidak sebombastis kepala daerah lainnya.

Namun lanjut bupati dua periode ini, bukan berarti ia tidak peduli dengan publikasi. Utamanya, dalam posisi ia sebagai bupati, karena giat pemerintah daerah memang harus terpublikasikan ke masyarakat. Ia menggambarkan hubungan antara Pemkab dan media merupakan simbiosis mutualisme yang kuat. “Kita harus akui bahwa media akan susah tanpa Pemda, begitu pula sebaliknya, Pemda juga susah tanpa media,” ujarnya saat audiensi bersama direktur Kolaka Pos, Hendri Nazaruddin.

Karena pentingnya hubungan tersebut, Safei berharap sinergitas antara Kolaka Pos dan Pemda Kolaka bisa terjaga. atas hal itu, ia juga berharap agar Kolaka Pos turut menjaga kondusifitas daerah. Misalnya, dengan lebih mengedepankan laporan yang menunjang pertumbuhan investasi di Kolaka. “Marilah kita besarkan sama-sama Kolaka ini. Jika ada sesuatu, marilah kita koordinasikan bersama. Saya ingin kondisi Kolaka kondusif, baik-baik. Kalau ribut terus, tidak ada investasi yang masuk di Kolaka. Kalau kita jaga kondusifitas, investasi masuk, semua aspek ekonomi akan bagus,” jelasnya. “Memberitakan yang bertujuan agar perekonomian masyarakat jadi baik. Bukan berita yg bisa membuat orang alergi datang ke Kolaka,” tambahnya.

Sinergitas antara Pemda dan media, menurut Safei, bukan untuk pencitraan semata. Tetapi, memang diusung untuk bersama memajukan Kolaka. Apalagi tambahnya, ia telah berkomitmen untuk terus membangun Kolaka, meski nanti tidak lagi menjabat bupati. “Saya sudah 36 tahun mengabdi pada negara. Selama itu, saya tidak begitu mementingkan popularitas. Saya hanya kerja apa yg bisa saya kerjakan, sambil berharap mudah-mudahan ada manfaatnya pada masyarakat. Saya kerja maksimal saja. Saya sudah berkomitmen (sampai) mati di Kolaka. Jadi, saya tidak ingin mewariskan cibiran pada anak-anak saya nanti, karena perbuatan bapaknya yang tidak baik saat menjabat,” tegasnya. (k9/ema)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top