BOMBANA

Pasar Sore Lauru Resahkan Pedagang Pasar Sentral Tadoha

KOLAKAPOS, Rumbia — Serbuan pedagang dari luar Bombana dan aktivitas pasar sore di kelurahan Lauru Kecamatan Rumbia Tengah, membuat para pedagang pasar sentral Tadoha Mapacci kelurahan Kampung Baru resah. Mereka menyuarakan keresahan itu kepada anggota DPRD Bombana di gedung wakil rakyat, Selasa (4/2).

Salah satu perwakilan pedagang pasar sentral Yusuf Masse, mengatakan para pedagang yang berasal dari luar Bombana itu, menjajakan dagangannya di luar pasar, sehingga menyebabkan para pedagang di dalam pasar sepi pembeli. “Ini mereka yang datang berjualan setiap hari Sabtu selalu menyajikan jualannya di luar areal pasar sentral sehingga para pembeli fokus belanja di tempat tersebut akibatnya para pedagang pasar sentral yang berada di dalam areal minim pembeli. Nah kalau begini bagaimana nasib para pedagang yang ada didalam areal. Tentu ini kerugian besar bagi pedagang pasar di karenakan barang jualannya tidak laku,” ungkapnya.

Bukan itu saja aktivitas pasar sore yang di mulai sejak pukul 14.00 di areal pusat ibu kota Bombana juga dipandang perlu untuk dibahas. Sebab aktivitas di kelurahan Lauru itu membuat aktivitas pasar sentral terganggu di waktu tersebut. Dikhawatirkan, tidak ada lagi para pembeli yang akan berkunjung di pasar sentral Tadoha Mapacci. “Agar permasalahan ini tidak berlarut-larut DPRD Bombana diharapkan secepatnya menyelesaikan permasalahan ini,” tegasnya.

Sementara itu ketua komisi III DPRD Bombana yang membidangi urusan perdagangan, Rumiyanto, akan mengagendakan peninjauan lokasi pasar yang dikeluhkan pedagang. “Yang jelas peninjauan ini akan di lakukan delapan Februari ini, pasca pembukaan masa sidang dua nanti. Karena masa sidang tersebut membahas agenda kerja DPRD dari waktu ke waktu. Kita berharap Minggu ini masa sidang dua cepat selesai dan kita secepatnya melakukan peninjauan,” paparnya.

Terkait persoalan tersebut, Kadis Perindag dan UKM Bombana, Azis Fair mengatakan, dari dua pokok permasalahan yang diadukan pedagang pasar sentral, yang paling meresahkan ialah aktivitas pasar sore yang ada di kelurahan Lauru. Sebab, aktivitas pasar sore yang tiap hari berlangsung itu membuat para pembeli tidak lagi berkunjung di pasar sentral. “Jadi dalam hal ini pedagang pasar sentral hanya menjual barang dagangannya selama setengah hari dan itu tentu sangat dirugikan,” bebernya.

Kendati demikian kata Azis Fair dalam penyelesaian persoalan tersebut pemerintah daerah tidak tebang pilih. Pemda akan segera menyelesaikan masalah itu. “Kami akan tinjau dulu di lapangan. Kalau toh ini sangat merugikan pedagang sentral yang telah memberikan banyak kontribusi pada daerah dalam hal PAD, kami akan tertibkan dengan melibatkan SatPol PP,” tutupnya. (k6)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top