BERITA UTAMA

Warga Diduga Palsukan Putusan MA

Juru Sita PN Raha saat melaporkan dugaan pemalsuan surat putusan MA terkait sengekat lahan di desa Lakanaha. FOTO:Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha — Juru Sita Pengadilan Negeri (PN) Raha melaporkan salah seorang warga desa Lakanaha kecamatan Wadaga, Muna Barat, Wa Ode Adina ke Polres Muna. Ia diduga melakukan pemalsuan surat putusan Mahkamah Agung (MA) nomor:94 K/ PDT/ 2015 terkait kasus sengketa tanah tahun 2015. Akibat putusan MA yang diduga palsu itu, Juru Sita Pengadilan PN Raha terhambat untuk melakukan eksekusi lahan sengketa.

salah seorang Juru Sita PN Raha, La Ode Kamislihi saat ditemui di Polres Muna mengatakan beberapa waktu lalu hendak melakukan aksekusi tanah di desa Lakanaha hasil putusan kasasi MA. Tetapi upaya Juru Sita PN Raha dihentikan oleh terlapor (Wa Ode Adina). Saat itu terlapor melakukan perdebatan dengan Juru Sita sembari memperlihatkan surat putusan MA yang dalam isi surat putusan tersebut seolah-olah kasus sengketa tanah dimenangkan oleh terlapor. “Bunyi putusan kasasi MA yang dipegang PN Raha, permohonan kasasi Wa Ode Adina binti La Ode Mandi tidak dapat diterima. Tetapi bunyi putusan MA yang dipegang oleh termohon eksekusi Wa Ode Adina, isinya menerima dan mengabulkan permohonan kasasi untuk seluruhnya dari kasasi Wa Ode Adina binti La Ode Mandi dan membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Kendari nomor: 96 PDP 2014 PTKDI tertanggal 8 Desember 2014 yang menguatkan putusan PN Raha nomor 01 PDTG 2014/ PN Raha/ tanggal 28 Agustus 2014. Karena isi putusan kasasi MA itu berbeda dengan yang kami terima di PN Raha,” katanya.

Menurutnya, perkara sengketa tanah tersebut dimenangkan oleh La Ode Rade sebagai penggugat. “Bunyi putusan PN Raha menghukum tergugat Wa Ode Adina dan sanak keluarganya atau siapa saja yang memperolah hak dari padanya, untuk menyerahkan dan mengembalikan tanah objek sengketa kepada penggugat dalam keadaan kosong tanpa beban apapun juga. Luas tanah yang diperebutkan 1240 meter persegi atau 64 meter X 19, 4 meter. Kami laporkan ke Polres Muna masalah putusan MA ini, karena ada dugaan pemalsuan putusan MA,” pungkasnya. (m1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top