BERITA UTAMA

Minggu, UPTB Samsat Tetap Buka Pelayanan

Personil Kantor UPTB Samsat Kolaka saat menggelar pelayanan dihari Minggu bertempat dilokasi car free day kawasan rumah adat Mekongga kota Kolaka. FOTO: Neno/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka — Guna mencapai target PAD tahun ini serta memberikan pelayanan maksimal bagi wajib pajak, kantor Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Samsat Kolaka tetap melakukan pelayanan dihari Minggu. Memang bukan di kantor, tapi melalui kegiatan Samsat Car Free Day yang bertempat di area rumah adat Mekongga.

Petugas Samsat Kolaka Asnawati mengatakan, kegiatan Samsat Car Free Day merupakan prgoram dari Kepala Bapenda Sultra Yusuf Mundu untuk meningkatkan PAD. Seluruh Samsat se-Sultra diminta “menjemput bola”, salah satunya dengan Samsat car free day setiap hari minggu. “Ini juga dalam rangka mempermudah wajib pajak dalam hal pembayaran pajak kendaraan bermotor,” ungkapnya saat ditemui media ini di lokasi pelayanan, Minggu (23/2).

Meski dilakukan di luar kantor, namun pelayanan kepada warga, tetap dilakukan normalnya pelayanan di kantor Samsat. Kecuali, untuk perpanjangan atau pergantian surat kendaraan, dituntaskan di kantor Samsat, karena harus dilakukan cek fisik kendaraan. Disini kita layani pengesahan saja. Syaratnya sama, seperti foto copy KTP dan STNK. Kalau untuk perpanjangan atau pergantian bisa juga ambil berkasnya disini, tapi akan dilanjutkan di kantor karena harus ada cek fisiknya. Pengurusan hari ini bisa langsung selesai hari ini juga,” jelasnya.

Target PAD kabupaten Kolaka tahun ini sebesar Rp70 miliar meningkat dari tahun lalu yang hanya Rp40 miliar. Target PAD Kolaka meningkat dibanding tahun lalu, karena pencapaian tahun lalu juga melampaui target, yakni Rp50 miliar. “Insya Allah tahun ini target PAD Kolaka bisa kita raih seperti tahun lalu, ini semua tak lepas dari kesadaran masyarakat Kolaka yang cukup tinggi dalam membayar pajak,” ucapnya.

Samsat Kolaka juga menghimbau kepada seluruh warga Kolaka agar memperhatikan pembayaran pajak kendaraan. Sebab, tahun ini mulai diberlakukan aturan wajib pajak yang menunggak pembayaran pajak kendaraannya lima thaun ditmabah dua tahun, maka data kendaraannya akan dihapus. “Kendaraannya dapat dikatakan bodong karena datanya akan dihapus, sehingga jika ditemukan nanti, kendaraan tersebut akan disita. Kalau ingin melakukan pelunasan tunggakan pajaknya setelah disita itu, tentu akan akan ada tambahan hitungan faktur dan lainnya, sehingga akan semakin banyak biayanya, jadi guna menghindari hal tersebut bayarlah pajak tepat waktu,” tutupnya. (k9)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top