BERITA UTAMA

Kolaka Raih Predikat B SAKIP Kemenpan-RB

Sekda Kolaka, Poitu Murtopo (kiri) saat menerima penghargaan SAKIP tahun 2019 dari Menpan-RB, Tjahjo Kumolo di Jakarta, belum lama ini.FOTO:Ist/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka, Sulawesi Tenggara, berhasil meraih predikat B dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2019. Penghargaan itu diberikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Tjahjo Kumolo kepada Sekda Kolaka, Poitu Murtopo pada penyerahan laporan hasil evaluasi SAKIP di Jakarta, belum lama ini.

Poitu mengatakan, dengan predikat B menunjukkan kinerja Pemkab Kolaka semakin membaik, dibanding tahun lalu yang hanya mendapatkan predikat C. “Kita patut syukuri Pemkab Kolaka mampu meraih predikat B pada penilaian SAKIP tahun 2019. Ini menunjukkan kinerja pemerintah daerah semakin membaik,” ujar Poitu saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (28/2).

Pada penilaian SAKIP, kata Poitu, Kemenpan-RB memberi skor 0 sampai 30 untuk predikat D, skor 31 sampai 50 predikat C, 51 sampai 60 predikat CC, 61 sampai 70 predikat B. Selanjutnya skor 71 hingga 80 diberikan predikat BB, 81 sampai 90 predikat A, dan 91 sampai 100 predikat AA. Nah pada penilaian itu Pemkab Kolaka mendapat predikat B setelah memperoleh nilai 64.

Adapun komponen penilaian, terang Poitu, berdasarkan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah mengenai perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi internal dan capaian kinerja. “Pada penilaian itu Pemkab Kolaka dinilai berhasil menunjukkan kesesuaian perencanaan dengan realisasi di lapangan. Selain itu, efisiensi penggunaan anggaran juga dinilai baik,” jelasnya.

Ia lalu memberikan salah satu contoh yang sudah dilakukan Pemkab Kolaka terkait kesesuaian perencanaan kinerja dengan realisasi di lapangan. Misalnya, pembuatan jalan yang menghubungkan antara kecamatan atau desa yang satu dengan lainnya. Pada pengerjaan jalan tersebut, juga sekaligus dibuatkan dengan jembatan atau deuker, agar tidak terputus.

“Kemudian contok konkrit yang kedua kita tidak membuat jalan kalau tidak ada penduduk di lokasi itu, atau tidak ada lahan pertanian atau perkebunan di dalamnya. Begitu juga mendirikan sekolah, harus kita kaji dan pikirkan terlebih dahulu siapa yang akan sekolah di situ,” paparnya.

Poitu pun berharap dengan raihan predikat B akan semakin meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam mewujudkan perencanaan dan inovasi pembangunan yang lebih akuntabilitas lagi. “Kita harus lebih disiplin lagi dalam perencanaan pembangunan dan sesuai dengan realisasi di lapangan, kemudian semakin ditingkatkan lagi, semua berencana dan berinovasi dalam hal penghematan anggaran. Insya Allah juga harapan kita tahun depan bisa meraih predikat yang lebih bagus lagi,” tandas Poitu. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top