BOMBANA

Dukung IPM,Dikbud Programkan 50 PKBM

KOLAKAPOS, Rumbia — Upaya pemerintah kabupaten Bombana membangun sumberdaya manusia terus dilakukan,bukan hanya membuka studi Politeknik Industri,namun Pemda Bombana juga membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

Hal itu dilakukan untuk memfasilitasi kurang lebih 14,000 warga Bombana yang belum memiliki ijazah Sekolah Menegah Umum (SMU),Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD). Selain itu meminimalisir jumlah warga Bombana yang putus sekolah.

“Tahun ini kami akan membentuk 50 PKBM yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan se kabupaten Bombana dan anggarannya bersumber dari APBD 2020 ini,”ungkap kadis Pendidikan dan Kebudayaan Abdul Rauf Abidin di ruang kerjanya,Selasa (3/3).

Rauf sapaan akrabnya mengenai kesiapan tenaga pendidik berasal dari wilayah kecamatan masing-masing yang sudah teruji kompetensinya, sambungnya syarat bagi peserta didik memiliki Kartu Keluarga (KK),Kartu Tanda Pengenal (KTP) dan fotocopy ijazah terakhir.

Mantan kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbagpol) itu menyampaikan program ini juga sebagai upaya pemerintah dalam memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bombana. Sebab saat ini lapangan kerja sudah mengharuskan ijazah sebagai persyaratan pendaftaran..

“Ijazah merupakan salah satu identitas bahwa seseorang memiliki keterampilan,untuk itu dengan adanya program ini dukungan masyarakat di butuhkan,”paparnya.

Kata Rauf dari 50 PKBM yang di targetkan,baru 10 lebih yang sudah ada berdasarkan pengecekkan Dikbud dan 3 diantaranya di serahkan ke Dinas Perijinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Bombana untuk mendapatkan izin operasional.(K6/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top