BERITA UTAMA

Grab di Kolaka Ternyata Ilegal

Transportasi online Grab yang sudah mulai beroperasi diwilayah kabupaten Kolaka, ternyata ilegal. Foto: Neno / Kolaka Pos

Kadishub Kolaka : Izin Operasionalnya Belum Ada

 

KOLAKAPOS, Kolaka — Transportasi online Grab yang sudah mulai dioperasikan diwilayah kabupaten Kolaka ternyata ilegal. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kolaka Abdul Haris Rahim saat dihubungi media ini, Selasa (10/3).

Haris menegaskan bahwa, izin operasional Grab di kabupaten Kolaka belum ada, sehingga dipastikan Grab yang beroperasi di wilayah kabupaten Kolaka adalah ilegal.

“Yang keluarkan izin itu provinsi, akan tetapi provinsi tidak bisa mengeluarkan itu izin tanpa ada koordinasi di kabupaten. Jadi selama ini belum ada koordinasi antara Dishub provinsi Sultra dengan Dishub Kolaka maka bisa saya katakan Grab itu ilegal karena izinnya tidak ada,” tegasnya.

Haris menyayangkan adanya kegiatan Grab di Kolaka, padahal setaunya Grab belum bisa melakukan operasi karena izin operasional belum ada, bahkan dirinya mencontohkan, jika apa yang dilakukan Grab diKolaka itu sama ketika orang bertamu tanpa ada permisi kepada pemilik rumah.

“Coba saya kasi contoh kalau saya masuk dirumanya bapak tanpa permisi bagaimana tanggapan bapak, sama juga dengan grab ini, tiba-tiba masuk tanpa ada koordinasi, makanya kemarin saya telpon manajernya yang ada diMakassar saya sampaikan jangan melakukan kegiatan jika belum ada izin,” kesalnya.

Dengan adanya kegiatan Grab diwilayah Kolaka, Haris mengaku masih memberikan kesempatan kepada menajem Grab agar segera melakukan koordinasi dengan pihak Pemda Kolaka, jika tidak maka dirinya akan mengabil langkah tegas.

“Kita kasi kesempatan jika tidak diindahkan kita hentikan mereka termaksuk aplikasinya yang kita akan blokir,” akuhnya.

Seharusnya kata Haris pihak Grab segera melakukan koordinasi kepada Pemda Kolaka agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Apalagi ojek lokal diKolaka masih aktif jangan sampai terjadi gesekan dilapangan.

“Memang pernah datang dari provinsi itu kepala seksinya tapi kita belum iyakan karena kami harus koordinasikan dulu sama bapak bupati. Yang kita inginkan manajer Grab datang dan kita pertemukan dengan bapak bupati biar bapak bupati tau seperti apa Grab ini, dan apa kontribusinya terhadap daerah. Masa kita datang cari makan didaerahnya orang lalu tidak ada kontribusinya. Saat saya telpon alasannya belum beroperasi dan itu jebol katanya sehingga terjadi kegiatan Grab diKolaka, tapi tidak masuk diakal masa bisa dioperasikan tanpa sepengetahuan pimpinan. Jadi kalau tidak diindahkan saya akan kerjasama dengan Kominfo untuk blokir aplikasinya,” terangnya.

Hal senada dikatakan, Kadis Kominfo Kolaka Arnan Amry dirinya mengaku jika pihak Grab tidak pernah melakukan koordinasi diinstansinya.

“Jadi sampai hari ini belum ada penyampaiannya terkait aplikasi Grab diKolaka, harusnya mereka datang menyampaikan kekami seperti apa model kinerja mereka agar kami bisa tau,” singkatnya. (K9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top