BERITA UTAMA

Warga dan Pedagang Keluhkan Fasilitas Pasar, Komisi II Kunjungi Pasar Baru Dawi-Dawi

Komisi II yang meninjau kondisi pasar baru di Dawi-Dawi

KOLAKAPOS, Kolaka — Mendapat informasi adanya keluhan terkait pengelolaan dan fasilitas pasar dari sejumlah warga di pasar rakyat Dawi-Dawi kelurahan Dawi-Dawi Kecamatan Pomalaa, Komisi II DPRD Kolaka turun langsung ke lokasi tersebut (11/3). Dipimpin Ketua Komisi II, Asmani Arif bersama sejumlah anggota diantaranya Yunus Patandianan, Hj. Idiawati, Hj. Suwarsih Aras, Zainuddin Boni, dan I Ketut Arjana langsung menemui sejumlah pedagang dan warga di pasar yang baru sebulan dioperasikan tersebut.

Dalam kunjungan itu, turut pula dihadirkan Kepala Pasar Dawi-Dawi, Syamsuar, sejumlah pejabat dilingkup Dinas Perdagangan dan juga Bapenda serta Camat Pomalaa Mirdhan Athar. Dalam dialog dengan sejumlah pedagang dan warga di pasar itu terungkap beberapa pedagang di pasar lama belum mendapatkan tempat berjualan atau los di pasar baru itu. ” Ada kurang lebih lima belas orang pedagang dipasar lama yang prioritas tapi tidak mendapat tempat, ” Ungkap H. Umar kepada komisi II.

Bangunan pasar ikan yang dianggap tidak sesuai kebutuhan pedagang juga menjadi keluhan pedagang dalam dialog tersebut. Selain itu sepinya pembeli di pasar yang baru beroperasi juga menjadi sorotan pedagang lainnya.
Terkait persoalan itu, Asmani Arif mengharapkan kepala pasar, dan dinas Perdagangan serta Bapenda, untuk saling berkomunikasi dan berkoordinasi menyelesaikan persoalan itu.

“Kita sudah dengar semua tadi, intinya tinggal dikomunikasikan dengan baik, diatur dengan baik, karena saya lihat persoalan nya tinggal diselesaikan dengan Komunikasi yang baik, ” Terang legislator PKS itu.

Dia juga menyatakan bahwa pedagang yang belum medapat kan tempat berjualan agar bersabar, sebab masih ada bangunan baru yang akan dibangun. “Kita maklumi dulu, yang belum dapat agar bersabar, sebab memang kondisinya Los masih kurang, dari data ada sekitar 400an pedagang, sementara Los tersedia hanya sekitar 100 an lebih, tapi tadi informasi nya sudah ada yang akan dibangun, intinya pasti dapat semua, yang jadi masalah kalau nanti lagi ada yang tidak berhak ternyata didahulukan, ini yang harus dihindari, ” Jelasnya.

Soal keluhan lainnya dipasar itu juga, kata Asmani, agar pihak Dinas terkait untuk menyingkronkannya dengan program kegiatan yang dijalankan. “Kalau bisa masuk dalam program nantinya diharapkan bisa mencaver soal lainnya seperti soal saluran air dipasar ikan, atau kondisi bangunan yang tidak sesuai kebutuhan pedagang, ” Ungkapnya.

Asmani Arif juga berharap semua pedagang dan warga di pasar itu saling memahami kondisi di pasar yang baru dioperasikan itu. “Jadi kita maklumi dulu, karena ini masih baru, kondisikan dulu, nda usah ribut-ribut dulu,” Tutupnya. (mir/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top