BERITA UTAMA

Wabup Pimpin Demo, Laporkan Oknum yang Diskreditkan Mosehe Wonua

Ketua dewan adat Mekongga H Muhamad Jayadin, SE, ME saat memimpin unras didepan Polres Kolaka. Foto : Neno Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka — Ketua dewan adat Mekongga H Muhammad Jayadin memimpin unjuk rasa terkait pernyataan oknum yang menyebut budaya Mosehe Wonua syirik. Demo juga diikuti Bokeo (Raja) Mekongga ke-XIII H.Khaerun Dachlan, tokoh adat, serta warga Tolaki Mekongga yang ada di kabupaten Kolaka, Kamis (12/3).

Aksi yang digelar diempat tempat yakni di Polres Kolaka, kantor Kemenag Kolaka, kantor Pemda Kolaka, dan kantor DPRD Kolaka, berlangsung damai dan tertib. Dalam kesempatan itu pula, Jayadin menyerahkan laporan kepada Kapolres Kolaka AKBP Saiful Mustofa.

Dalam orasinya, Jayadin mengatakan pernyataan menyinggung budaya Mekongga merupakan bentuk pelecehan yang melukai hati sehingga harus segera diproses hukum, baik secara hukum positif maupun hukum adat. “Jadi nanti kita akan selesaikan secara adat dan hukum positif,” tegasnya. “Saya selaku dewan adat kerajaan Mekongga bersama dengan lembaga adat Mekongga akan menyampaikan laporan kepada bapak Kapolres agar segera ditindak lanjuti,” sambung Jayadin.

Pendiskreditan Mosehe Wonua kata wakil bupati Kolaka ini, tidak hanya melecehkan budaya, tapi juga pemerintah daerah dan DPRD Kolaka. Kenapa? Sebab Mosehe Wonua dilaksanakan oleh pemerintah bersama warga Kolaka yang anggarannya disetujui oleh DPRD. “Saya ingin katakan kepada kita semua bahwa ini bukan antar suku. Jadi jangan diseret-seret ini urusan antara suku,” katanya.

Jayadin mengatakan, Mosehe Wonua adalah adat istiadat yang tidak akan pernah hilang dari Bumi Mekongga maupun di Konawe. Mosehe akan terus ada dan selanjutnya akan dilaksanakan lebih besar lagi dari yang sebelumnya. “Mosehe wonua baru akan habis dan tidak dilaksanakan dibumi Mekongga ini kalau kita semua ini yang ratusan ribu jumlahnya di Kolaka ini sudah meninggal. Tapi kalau kami masih ada meskipun hanya seorang saja, maka Mosehe Wonua akan terus kita laksanakan demi kenyamanan dan ketertiban daerah yang kita cintai Kolaka bumi Mekongga,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Kolaka H Ahmad Safei yang menemui massa mengatakan, selaku pemerintah, aspirasi tersebut akan disikapi secara baik. “Saya sudah sampaikan pada saat kita rapat kemarin bahwa ini suatu perbuatan yang sangat kita sesali baik selaku pemerintah maupun pribadi terkait hal ini, bahwa ini sebuah pernyataan yang sangat kita sesali apalagi dilakukan oleh seorang yang berkapasitas, tapi siapa saja warga Indonesia ini apalagi warga Kolaka tidak boleh melakukan itu, siapa saja dan kita sangat menyesali perbuatan itu,” jelasnya.

“Untuk membuktikan bahwa kita mengapresiasi dan sepakat kita bahwa Mosehe itu tidak bertentangan dengan agama dan ketua majelis ulama kabupaten Kolaka sudah menyampaikan hal itu bahkan dengan dalil-dalilnya. Olehnya itu saya kira untuk menindak lanjuti ini saya selalu pemerintah daerah kabupaten Kolaka akan tetap menyediakan anggaran untuk pelaksanaan Mosehe wonua setiap tahunnya,” lanjutnya.

Bupati meminta kepada seluruh warga Kolaka untuk tetap bersama menjaga kedamaian di Bumi Mekongga. “Sebagai pemerintah saya juga mengingatkan mari kita menjaga kondusifitas wilayah ini agar tetap aman dan damai. Biarkan proses hukum tetap berjalan terus. Mari kita kawal ini dengan arif dan bijaksana sesuai dengan ketentuan dan tidak melanggar hukum,” harapnya. (k9)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!