BERITA UTAMA

49 WNA Asal China Masuk Sultra

Gubernur Ali Mazi dan Kakanwil Kumham Sultra, Sofyan saat memberikan keterangan mengenai kedatangan 49 WNA asal China. Pernyataan Kapolda dan Kakanwil berbeda. Namun Kakanwil menyebut pernyataan Kapolda merupakan dugaan awal. KADAMU/Kolakapos

Pernyataan Kapolda dan Kakanwil Kumham Sultra Berbeda

 

KOLAKAPOS, Kendari — Sebanyak 49 Warga Negara Asing (WNA) tiba di bandara Haluoleo, Minggu (15/3) malam. Kedatangan mereka divideokan oleh salah seorang warga kemudian disebarkan dan menjadi viral di media sosial. Kehadiran WNA yang diduga dari negara China itu, menjadi perhatian publik, sebab saat ini tengah pandemi virus Corona yang awalnya berasal dari Wuhan, China.

Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam saat menghadiri rapat terbatas penanganan pandemi Covid19 di Rujab gubernur Sultra pada Minggu malam memberikan penjelasan kedatangan puluhan WNA itu. Menurutnya, benar sebanyak 40an WNA telah tiba di Sultra melalui bandara Haluoleo. WNA tersebut bekerja disalah satu perusahaan pemurnian nikel di kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. Namun mereka tidak datang dari China, melainkan dari Jakarta. “Kami sudah konfirmasi dengan Danlanud, bahkan kami sudah melakukan pengecekan. Mereka bekerja di salah satu perusahan yang bekerja di salah perusahan yang ada di Morosi yang kembali memperpanjang visa di Jakarta, bukan datang dari China,” jelasnya.

Bukan hanya itu, Merdisyam menjelaskan sejak kedatangan mereka di Morosi, para TKA itu tidak pernah kembali ke China. “Selama ini mereka memang tidak kembali ke China. Jadi para TKA tersebut dari Jakarta, mengurus izin kerja dan memperpanjang kontrak di Jakarta, akan kembali ke tempat smelter melalui Bandara Haluoleo Kendari,” katanya.

Setelah dilakukan pengecekan, seluruh TKA yang datang itu sudah mengantongi surat keterangan sehat dari Balai Karantina Kesehatan. “Mereka juga sudah dilengkapi dengan surat keterangan dari karantina kesehatan, dan perizinan dari Imigrasi sebelum mereka tiba di Kendari,” papar Merdisyam.

Namun penjelasan Kapolda Brigjen Pol Merdisyam, rupanya berbeda dengan penjelasan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sultra, Sofyan.

Di Rujab Gubernur Sultra Senin, (16/03) sore Sofyan membeberkan rute perjalanan puluhan WNA China itu merupakan pekerja di Kawasan industri VDNI, Morosi Kabupaten Konawe. Ia menjelaskan, bahwa 49 TKA itu merupakan TKA yang baru berangkat dari Cina, kemudian transit di Thailand selanjutnya mendarat di Indonesia.

Sesuai dengan kronologisnya, keberangkatan TKA Cina tersebut dari Cina, kemudian ke Thailand, lalu tiba di Jakarta, sebelum tiba di Bandara Haluoleo Kendari. Berdasarkan cap tanda masuk dari imigrasi Thailand yang tertera pada pasportnya, mereka tiba di Thailand 29 Februari 2020. Lalu, berdasarkan Medical sertifikat atau surat sehat dari pemerintah Thailand sejak 29 Februari hingga 15 Maret 2020 bahwa mereka telah di karantina di Thailand dan surat tersebut sudah diverifikasi pihak perwakilan RI di Bangkok, Thailand pada 15 Maret 2020.

Rombongan TKA itu keluar dari Thailand pada tanggal 15 Maret 2020, menuju indonesia melalui Bandara Sukarno Hatta, Jakarta. Pada 15 Maret 2020 warga Thiongkok tersebut mendarat di Bandara Sukarno Hatta dan kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Sukarno Hatta, kemudian menerbitkan surat rekomendasi berupa kartu kewaspadaan kesehatan pada setiap orang tersebut.

Petugas Imigrasi Sukarno Hatta telah memberi izin masuk pada 15 Maret 2020 setelah menunjukan surat rekomendasi dari KPP Sukarno Hatta. Jika tidak ada rekomendasi dari KPP maka puluhan TKA tersebut tidak akan bisa masuk di Sultra. Setelah tiba di Jakarta, para TKA tersebut langsung berangkat menuju Kendari, dan tiba di Bandara Haluoleo Kendari pada Minggu, 15 Maret 2020 sekitar pukul 20.00 WITA menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia. TKA China tersebut memiliki dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku.

Selain itu, Sofyan mengatakan, bahwa setiap orang dari luar negeri wajib melakukan pemeriksaan dan di karantina, namun 49 TKA tersebut belum dikarantina di indonesia, hanya mendapatkan rekomendasi kewaspadaan kesehatan dari KKP Bandara Sukarno Hatta. “Kami tetap bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya sesuai dengan UU,” paparnya.

Saat ditanya, apakah statemen Kapolda Sultra Merdisyam, bahwa 49 TKA tersebut hanya melakukan perpanjangan visa di Jakarta bukan dari China langsung, ia menuturkan pernyataan Kapolda merupakan praduga awal, sehingga bukan berarti salah. “Namun pendapat (Kapolda) tersebut kami dalami dan koordinasi dan inilah hasilnya (rombongan WNA tersebut merupakan TKA yang berangkat dari China, transit di Thailand, lalu masuk ke Sultra),” paparnya. “Mereka dari Cina, dan bukan memperpanjang visa,” tutupnya. (p2)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top