BERITA UTAMA

Atasi Penyebaran Covid-19, VDNI dan OSS Gelontorkan Rp 10 Miliar

Direktur Virtue Dragon Nickel Industrial Park Zhou Yuan (Tengah) Saat Memberikan Bantuan kepada Warga. FOTO: Kadamu/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kendari — PT Virtue Dragon Nikel Indonesia (VDNI) dan Obsidian Stainles Steel (OSS) gelontorkan Dana 10 miliar untuk mengantisipasi penyebaran wabah virua corona desease atau lebih dikenal COVID-19 di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Direktur Virtue Dragon Nickel Industrial Park (VDNIP), yang membawahi perusahaan PT VDNI dan PT OSS, Zhou Yuan mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam membantu Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara, wilayah di mana perusahaannya beroperasi, dalam menghadapi dan mengatasi penyebaran wabah COVID-19. “Bantuan itu merupakan perhatian pimpinan perusahaan dalam hal membantu indonesia untuk mencegah penyebaran COVID-19,” paparnya. Kamis, (19/03).

Ia juga menjelaskan, bantuan ini nantinya akan terbagi dalam dua bentuk. Pertama adalah bahan pokok dan kedua adalah alat-alat kesehatan. “Langkah awal yang kami lakukan masyarakat sekitar perusahaan untuk mengurangi aktivitasnya di luar rumah agar terhindar dari potensi terserang COVID-19, sehingga perusahaan memberikan bantuan makanan per kepala keluarga yang ada di tiga kecamatan di sekitar perusahaan,” urainya.

“Dan totalnya bantuan itu di tiga kecamatan sebanuak Rp5 milyar,” sambungnya.

Tak hanya itu, Zhou Muan menuturkan, selain kepada masyarakat di sekitar perusahaan, bantuan bahan pokok itu juga diberikan kepada 12 ribu orang karyawan lokal yang mayoritas warga di sekitar perusahaan.

Untuk bantuan alat kesehatan, lanjut Zhou, nantinya akan segera didatangkan dan disalurkan ke rumah sakit yang merupakan rujukan COVID-19 di Kota Kendari. “Alat-alat kesehatannya senilai Rp5 milyar berupa alat pendeteksi suhu, masker N95 sebanyak 50 ribu buah, obat-obatan, sarung tangan sebanyak 60 ribu, serta baju alat pelindung diri sebanyak 6 ribu buah,” bebernya.

Selain di Sultra, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan juga menyalurkan bantuan medis di Jakarta dengan total nilai Rp10 milyar. Hal ini dilakukan mengingat Jakarta Raya merupakan daerah yang menjadi klaster terbesar COVID-19 di Indonesia.

Sementara itu, terkait tenaga kerja asing asal Tiongkok yang bekerja di perusahaannya, Zhou menjamin dan memastikan semua dalam kondisi sehat dan tidak ada yang terjangkit COVID-19. “TKA sudah berhenti masuk ke perusahaan sejak bulan Januari dan sampai sekarang mereka semua masih sehat dan tidak ada timbul gejala. Yang kemarin terakhir datang 49 dan sudah dikarantina selama 14 hari Thailand dan tiba di sini, (Konawe, red) hingga hari ini kondisinya sehat dan tidak menunjukkan gejala terjangkit COVID-19,” tegasnya.

Sementara semua karyawan lokal dan TKA juga diperintahkan untuk memakai masker saat bekerja demi mencegah terjadinya penularan. Kemudian, pihaknya juga sudah mempersiapkan tim medis khusus untuk karyawan masuk keluar dicek. “Semua karyawan sampai saat ini masih sehat. Tidak ada satu pun yang terjangkit corona karena kami periksa secara berkala,” tutupnya. (p2/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!